saya sendiri kan sudah bilang, negara indonesia ini sudah seperti ember bocor.
katanya negara hukum tapi liat tuh, para pedagang udah jadi korban pemerasan 6000 rupiah tiap hari buat "keamanan" (berarti hampir 200 ribu per-bulan cuma dari pemerasan ongkang-ongkang kaki para preman yg terlembaga), belum lagi dari oknum pemda, dan aparat lainnya. bayangkan berapa besar perputaran dana perhari dari industri preman kayak gitu dengan memeras ribuan pedagang dan perpakiran setiap hari. eeeh..kemudian malah jadi korban ketidak-amanan itu sendiri. mana mungkin pelaku perusakan kayak gitu bakal diusut aparat. rakyat itu kan cuma dianggap sapi perahan. tak ada gunanya mempertahankan ember bocor, eh negara indonesia seperti ini. kok gak sadar2x sih, negara kini cuma jadi alat penguasa, bukan untuk melayani dan melindungi warga negaranya yang baik2. sudah jauh panggang dari api. rgrds, --- In [email protected], Endiarto Wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sebenarnya untuk mencegah timbulnya peristiwa seperti ini gampang. Bubarkan saja organisasi itu. Tetapi mengapa negara tidak melarang pendirian Ormas semacam ini? > > Ketika taruhannya adalah rasa aman masyarakat serta persatuan dan kesatuan bangsa, saya sulit untuk mengerti pembiaran pendirian organisasi semacam ini. > > Salam,
