http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/24/humaniora/3553767.htm
=======================

Bogor, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Gedung
Herbarium Bogoriense yang dikelola Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
di kawasan Cibinong Science Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/5).
Pada acara itu Presiden didampingi Ny Ani Yudhoyono menanam jambu
mawar (Syzygium jambos) dan anggrek raksasa (Grammatophysyllum
speciosum) di teras dalam Gedung Herbarium Bogoriense.

Dalam sambutannya, Presiden menilai sumbangan lembaga riset termasuk
LIPI bagi iptek nasional masih rendah dan perlu ditingkatkan.

Rendahnya sumbangan iptek nasional tampak pada sedikitnya jumlah
paten, rendahnya kontribusi iptek bagi sektor industri, dan belum
optimalnya intermediasi iptek antara penyedia dan pengguna iptek.

"Kita masih menghadapi keterbatasan sumber daya iptek, belum
berkembangnya budaya iptek, dan belum optimalnya peran iptek dalam
mengatasi degradasi lingkungan hidup," ujarnya.

Sebagai lembaga keilmuan, Presiden meminta LIPI terus mengembangkan
diri agar mampu menjadi ujung tombak pembangunan bangsa berbasis iptek.

Herbarium tertua

Menurut Ketua LIPI Umar Anggara Jenie, Herbarium Bogoriense merupakan
yang terlengkap dan tertua di Asia Tenggara dan terbesar ketiga di
dunia setelah herbarium di Leiden di Belanda dan Kew Garden di Inggris
dengan koleksi lebih dari dua juta spesimen.

Herbarium diawali di Kebun Raya Bogor tahun 1844, sebelum dipindahkan
ke lokasi saat ini. Herbarium Bogoriense dibangun tahun 2004 dengan
dana hibah Jepang Rp 150 miliar. (INU) 

Kirim email ke