Kenapa sih harus home schooling hanya karena berbagai keterbatasan dan kendala 
yang sebenarnya masih bisa ditemukan jalan keluarnya terhadap kegiatan belajar 
di sekolah formal yang sudah ada.
   
  Apakah memang sudah sedemikian berubahnya "pola fikir kebersamaan" masyarakat 
kita menjadi "pola fikir individualistis".
   
  Yang jelas untuk home schooling akan lebih banyak dilakukan oleh kalangan 
masyarakat berkemampuan finansial lebih dan ini akan semakin menjauhkan 
interaksi antara masyarakat berpunya dengan masyarakat kebanyakan yang jauh 
dari berkecukupan.
   
  Pada akhirnya home schooling akan membentuk generasi individualistis murni, 
yang tidak pernah akan memiliki keinginan untuk berinteraksi diantara sesama 
walaupun hanya dalam bentuk kelompok kecil sekalipun.
   
  Saya terusterang sangat tidak suka dengan cara-cara eksklusif seperti ini 
yang sebetulnya hanya diinginkan oleh segelintir orang berpunya.
   
  "SEMAKIN LENGKAP SUDAH TANDA-TANDA MENUJU KEHANCURAN GENERASI PENERUS BANGSA 
INI"
   
  salam,
  csd
   

ghozangmail <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Bu Ratih...

Saya juga miris...kok solusinya HomeSchooling yg notabene di negaranya sono
karena letak geografinya yg tidak memungkinkan....apalagi untuk anak2
berkebutuhan khusus.....duh ngeri.....dan denger2 diknas juga sudah
mengucurkan dananya untuk HSer ini.

Apalagi dengan "kegagalan" UN tahun ini.....para HSer semakin gencar sekali.

Bukan berarti saya anti HSer...namun kalo di jadikan basis untuk solusi
carut marutnya pendidikan di endonesia apa tdk ada cara yg lebih baik.

Terkait kualitas Guru SD memang benar mengkhawatirkan menurut pengamatan
saya.

Kebetulan rumah di kampung di kelilingi SD Negeri.....boro2 mikirin kualitas
lah wong gedungnya saja masih ada yg bocor...namun skg dah agak mendingan yg
bocornya tinggal dikit...ini kl di kampung saya.....apalagi kl di luar
jawa...kl kata kang imam prasojo...wah...mengenaskan sekali kondisinya.

Gurunya masih mikir kreditan perlengkapan rumah...kreditan motor.....apalagi
dgn program sekolah gratis skg ini....bener2 kering....meskipun yg nakal
juga tdk sedikit.....buktinya dana BOS banyak yg masuk kantong.....ndak usah
di kampung....di bekasi sendiri.....kebetulan saya sering denger
radio.....saya suka mendengar keluhan masyarakat ...masih ada saja pungutan
macam2 di SD negeri...entah itu alasan untuk beli buku.....etc......

Mengenai keengganan untuk memperkaya keilmuannya yg di tulis Kompas ...ndak
juga,
Bamyak kok yg dari SPG kemudian meraih gelar S.Pd.....termasuk kakak saya
dan teman-temannya...apalagi sejak dipakainya angka kredit untuk kenaikan
golongan....mereka berlomba-lomba untuk belajar lagi meskipun sudah 2 atau 3
orang anak yg mengendolinya....dan saya tetep berkhusnudzon....bukan semata2
ingin mencapai angka kredit saja...tp ilmu yg bermanfaat juga buat anak
didiknya.

semoga

salam,
bapakeghozan

Kirim email ke