AR itu lihai..!
lihat aja bagaimana dia bisa dapat sebutan lokomotif reformasi,
sebutan yg disebut oleh dirinya sendiri..
bagaimana dia bisa memanfaatkan suasana utk menyeruak tampil heroik di depan 
kumpulan mahasiswa yg kepanasan,
tapi mundur ketakutan ketika dihadang sama mas Prabowo saat akan maju ke istana 
saat hendak membawa sejuta umat dgn alasan2 yg sangat luar biasa..

yang tau peristiwa itu pasti ketawa terpingkal-pingkal kenapa dia mau disuruh 
mundur oleh mas Prabowo..
ha..ha...ha....

---

next chapter...

dikasih jatah jadi Ketua MPR,
dengan kelihaiannya  "ikut2an" menggalang poros tengah,
malah seolah-olah jadi pemimpin poros tengah itu..
lalu menggulingkan GD dan mengangkat MS yg dulu sangat dicegah utk jadi RI-1,
setelah itu ikut2an jadi capres karena merasa jatah jadi Ketua MPR dirasa 
kurang..

tapi dengan semboyan sbg bapak Reformasi bla..bla..bla..
ternyata jualannya gak laku juga, tuh..
setelah tersingkir (bahkan gak masuk final) masih berkoar-koar ke sana-kemari 
dengan label sbg orang yg kritis..
he..he..he..

sudahlah, pakde..
mbok ya tenang2 aja jadi dosen di UGM sana..
biarlah negeri ini berkembang dan dibangun dengan suasan yg sejuk dan tenang..

bagi sebagian kecil orang2 dia adalah pahlawan..
bagi sebagian lainnya dia adalah pecundang..
dengan terbongkarnya kasus DKP sebagian lagi bilang dia pengecut..

jadi..
ya terserah masing kita aja utk menilai..
gitu aja kok repfoth...

ae

 ------------
Re: Amien Rais Siap Jadi Tersangka: Better Later than Never? 
Posted by: "wahyu08" [EMAIL PROTECTED]   wahyu08 
Wed May 23, 2007 8:29 pm (PST) 
saya rasa analoginya kurang tepat. 
pemain voli tahu penggunaan doping dilarang.

sementara dalam kasus DKP, (i) belum ada kepastian apakah ada
kesepakatan antara para capres/cawapres untuk menerima dana DKP, (ii)
kita belum tahu juga apakah mereka tahu bahwa dana yg mereka terima
itu dana haram.

AR pahlawan atau pecundang?
IMO sih dia bukan pahlawan dan juga bukan pecundang. saya melihat dia
sebagai orang yg tidak mau sengaja berbuat suatu kesalahan. ketika dia
terpeleset (yg bisa terjadi pada siapa saja) dia mengakui kesalahannya
walaupun konsekuensi yg dihadapi cukup berat.

AR pengecut? bisa dijelaskan letak kepengecutan dia dimana?


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke