saya turut prihatin banget, atas keadaan indonesia yang makin terpuruk kedalam 
sangat dalam, sudah berapa kali pergantian Presiden namun tidak membuahkan 
hasil, malah kita-nya yang harus berkorban, sedangkan para pejabat-pejabat 
enak-enakkan mengeruk kekayaan mereka masing-masing dengan segala cara.
Untuk para karyawan/staf, buruh, pengusaha kecil, sekarang sudah mengeluh, gaji 
mereka tidak naik-naik, tapi kebutuhan ini-itu terus naik, tidak BALANCE, kita 
bekerja tetap harus giat (rodi) tapi imbalannya tidak sepadan.
Pasti sudah taukan berita yang beberapa masyarakat telah mengambil simpanan 
mereka di Bank, untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, karena dianggap gaji 
yang mereka dapat sekarang sudah tidak dapat memback-up kebutuhan mereka lagi, 
bahkan tidak bisa menabung. Lama-lama diambil bisa habis uangnya.
Untuk saat ini tidak terpikir untuk jalan-jalan atau belanja ke Mal, mereka 
hanya pikirkan keluarga, pendidikan, dan perut.
Tapi untuk usaha menyelesaikan, sepertinya sangat tipis, karena kalau hanya 
kita yang grabak-grubuk sedangkan orang yang pantas bertanggungjawab saja tidak 
peduli, ya buang-buang waktu deh kayaknya. Paling kita hanya disarankan untuk 
sabar untuk menerima kenyataan ini????!!!!!!!........................
Untuk para pencari kerja, dan yang baru lulus, mencari kerja juga sekarang juga 
susah, karena birokrasi indonesia terlalu berbelit-belit, tidak dibanding 
dengan, contohnya saya : dulu kerja di perusahaan asing, mereka hanya tanya, 
saya bisa keterampilan apa, "bisa komputer" sudah begitu saja, dites sebentar 
besoknya langsung kerja. Padahal orang asing itu tidak tanya masalah surat 
ini-surat itu, yang penting apa yang mereka butuh itu yang diperlukan, untuk 
masa depannya yang tinggal kitanya saja yang dapat menyesuaikan diri, dan 
mengembangkan diri.
Itulah yang saya salut dari orang asing, yang penting skill kita, kemampuan 
kita dibidang apa, kita bisa bertanggungjawab dengan yang kita bisa, orang 
asing tersebut tidak membuat kita sulit. Sampai saya kerja 7 tahun tidak pernah 
saya lihat surat-surat saya di arsip, karena mereka tidak butuh, yang penting 
saya bisa kerja ya sudah, beres.
Yang kita butuhkan sekarang kayaknya cuma banyak berdoa deh .

satriadharma2002 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Pak Goen,
 Saya juga melihat dan merasakan hal yang sama. Himpitan masalah 
 ekonomi benar-benar sudah mengkhawatirkan. Beberapa teman yang 
 dulunya bekerja dengan baik sekarang menganggur dan tak berdaya. 
 Temna-teman yang berusaha untuk buka usaha hanya menjumpai betapa 
 seretnya pasar sehingga modalnya habis hanya untuk bertahan. Suami 
 dan istri sering bertengkar hebat karena masalah ekonomi. Saya 
 kebingungan melihat fenomena ini dan juga tidak tahu harus 
 bagaimana. Ini sesuatu yang besar dan di luar kemampuan kita secara 
 individu untuk menyelesaikannya. Saya pikir kita harus mengatasinya 
 secara berjamaah.
 Salam
 Satria
 
 

Kirim email ke