Bung Fadjroel Rahman yang baik,
Berangkat dari logika Anda, berarti negara ini tidak akan pernah baik selama
ada Aburizal (Bapaknya Rizal) di kabinet dan presidennya masih SBY? Kalo begitu
jalan keluarnya apa? Inilah yang saya tangkap dari Mas Ulil, bahwa tidak
selamanya manusia itu hitam legam, pasti ada sisi-sisi tertentu yang putih.
salam
raja
orang awam
mfadjroel rachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ulil yang baik, Ini sahabatmu FADJROEL RACHMAN.
1. Negara kita sudah jadi negara predator bung, sekarang saya emoh
negara, posisi kita sekarang tampak terbalik bung. Dulu bung yang emoh
negara he2, sekarang bung pro-negara, saya emoh negara predator ini.
Bagaimana mungkin saya bisa pro-negara bung karena negara sekarang
dibajak para predator. Contoh utama saya adalah Aburizal Bakrie,
pendana utama Freedom Institute dimana bung bekerja. Ical bung tahu
adalah konglomerat hitam yang menggangsir Rp. 4,3 Triliun uang publik
melalui program BLBI melalui 26 perusahaannya yang ambruk, lalu
ditangani BPPN. Ini tindakan pidana sekaligus perdata bung! Adakah
pengadilannya? Tidak ada bung. Cita-cita kaum liberal lumpuh disini
yaitu: KESETARAAN DI DEPAN HUKUM. Semoga bung sebagai bos JIL tetap
ingat sahadat pertama kaum liberal ini, saya pun mendukungnya 100%:
EQUALITY BEFORE THE LAW!. Berapa yang Ical bayar, menurut BPK, return
dari seluruh uang publik sekitar Rp.600 triliun yang dicuri para
konglomerat hitam seperti Ical hanya sekitar 30% (hanya tigapuluh
persen bung). Jadi Ical besar kemungkinan hanya membayar Rp.1,5
Triliun lebih, sisanya ya tetap digangsir dalam kantongnya bung. Aneh
bin ajaib, Ical menjadi Menko Ekuin, prestasinya 2 kali menaikkan BBM
(Maret dan Oktober) dengan satu halaman iklan di kompas yang didukung
Freedom Insitute (sekali lagi tempat bung berkiprah) dikomandani Rizal
Mallarangeng. Idenya kenaikan BBM bakal menurunkan kemiskinan (lengkap
dengan analisa dan tabel dari LPEM UI). Bukankah bung ikut
menandatanganinya? Hasilnya apa bung? Kemiskinan meroket dengan data
pemerintah dari 35 jutaan ke 39 jutaan, kalau data bank dunia 2 dolar
AS perhari per individu lebih gawat lagi bung hampir 120 jutaan. Empat
juta hasil dua kali kenaikan BBM yang bung, freedom institute dan
aburizal bakri dukung. Tolong tanya bung apakah termasuk keluarga bung
dikampung, dan para nahdliyin cikal bakal bung. Jangan hina dan
lupakan si lemah dan underdog cikal bakal bung. Apakah perlu
pertanggungjawaban ilmiah, hukum dan moral. Ah, hati kecil bung yang
perlu menjawabnya?
2. Lalu negara yang predator itu kembali edan sekarang, karena lumpur
Lapindo perusahaan Ical, sekarang 13.000 kepala keluarga menderita,
dan ribuan orang menganggur bung. Ical, pendana Freedom Insitute
(sekali lagi tempat bung bekerja) kembali beraksi atas nama negara
bung. Keluarlah perpres no.4/2007 tanpa konsultasi dengan 13.000 KK,
ganti rugi 20% di awal, 80% sisanya selama 2 tahun, asal memiliki
sertifikat (padahal ketika proyek lapindo dimulai, lapindo membeli
tanah tersebut sebagian besar tanpa sertifikat he2). Negara bung
tunduk pada kejahatan korporasi Ical, lalu melalui APBN keluarlah dana
publik untuk perbaikan infrastruktur sidoarjo yang dirusak korporasi
Ical senilai Rp.3,7 triliun. Artinya apa bung, anak saya mahatma dan
krishna segera ikut menanggung kejahatan Ical (pendana Freedom
Institute dan tempat bung bekerja) senilai Rp.17.300 apabila bung bagi
Rp3,7 triliun dengan 220 juta populasi. Berarti bung di harvard dengan
isteri dan anak, dan saudara2 bung di kampung juga menanggung
kejahatan korporasi Ical sebesar yang ditanggung anak saya, mahatma
dan krishna. Begitulah bung kejahatan korporasi Ical sekarang
ditanggung setiap warganegara Indonesia. Gilanya, aburizal bakri tetap
menjadi Menko Kesra atawa Menko Kesengsaraan Rakyat. Bahkan SBY dalam
reshuffle tidak berhasil menggusurnya, karena utang budi di masa
kampanye presiden dulu. Jadi berapa lama lagi kejahatan korporasi
menyetir negara predator ini? Bung KK, mantan rektor saya di ITB mesti
memikirkannya juga dan menyampaikannya ke bosnya: SBY.
3. Dengan 2 hal di atas apakah saya sinis kepada negara? Bila tidak
sinis, saya termasuk mereka2 yang merusak dimuka bumi ini bung.
Sekarang saya emoh negara predator ini, apakah bung pro negara
predator? Hanya Tuhan yang maha tahu dan maha benar.
4. Sekian, selamat menuntut ilmu, salam untuk anak dan isteri
Tabik,
Sahabatmu
M. Fadjroel Rachman
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]