Hmm...mungkin perlu diluruskan dikit. Perang Vietnam sejak semula sudah
ditentang banyak warga AS. Jadi, kurang tepat jika dibilnag didukung rakyat AS
"dengan antusias." Kedua, perang melawan terorisme yang didukung rakyat AS
adalah di Afghanistan (hingga kini juga tak dipersoalkan oleh rakyat). Tapi,
perang Irak tidak didukung (sama kaya perang Vietnam).
manneke
john simon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mas Agus, menurut saya, sejarah selalu berulang dengan sendirinya.
Dahulu, ketika Perang Vietnam dimulai, rakyat AS dengan antusias mendukung
pengiriman tentara AS. Namun pada akhirnya, perang yang berlarut-larut membuat
rakyat AS bosan, marah dan lelah, dan justru berbalik menentang Perang Vietnam
(akhirnya tentara AS terpaksa ditarik mundur dari sana).
Saat ini tentara AS berperang di berbagai front di Asia, dengan kasus yang
menonjol di Afghanistan dan Irak.
Perang "melawan teroris" yang gencar dikampanyekan President Bush pada awalnya
mendapat dukungan rakyat AS yang begitu terpukul dengan tragedi 9/11.
Namun saat ini trend yang berkembang di AS adalah, rakyat AS mulai menuntut
penarikan mundur tentara AS, khususnya di Irak.
Kalau saja Senator Clinton (Hillary) dari Demokrat akhirnya terpilih sebagai
President, saya berpendapat, prioritas pertama yang akan dijalankannya adalah
menarik tentara AS di Irak. Agenda besar yang sudah menanti adalah "Perang
Ekonomi", melawan raksasa dari Timur, China.
Salam.
Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Oleh Bara Hasibuan
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/25/opini/3542879.htm