Pak John,
Saya kurang setuju untuk anda. Isu terorisme memang membuat politik
luar negeri AS "mirip" dgn masa-masa Perang Dingin. Tapi, isu
terorisme sebenarnya tidak memiliki karakteristik yg sama dgn isu-isu
yg terdapat di Perang Dingin. Karena, terorisme bersifat laten,
aktornya juga bukan aktor negara, ancamannya juga bersifat
nonkonvensional ("non-conventional security"), dst..dst..
Bila Demokrat berkuasa di eksekutif kelak, isu ekonomi atau dlm
istilah Bpk. "Perang Ekonomi", tidak akan serta-merta menggantikan
(atau membawahi) isu terorisme sbg agenda utama politik luar negeri
AS...IMO, "Global War on Terrorism" (GWOT) yg dicetuskan para kaum
"Neo-Cons" dalam pemerintahan Bush akan digantikan oleh kampanye
"counter-terrorism" & "anti-terrorism" versi pemimpin politik yg
berafiliasi dgn Demokrat..Tentunya, dgn catatan Demokrat memenangi
Pilpres mendatang...
Kalau sekarang aksi militer di Irak "diribut-ributkan", menurut saya
itu hanya sebagai komoditas politik menuju Pilpres mendatang...Utk
memenangkan hati & pikiran (heart & mind) rakyat AS..
Salam,
Patrick Hutapea
--- In [email protected], john simon
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas Agus, menurut saya, sejarah selalu berulang dengan sendirinya.
> Dahulu, ketika Perang Vietnam dimulai, rakyat AS dengan antusias
mendukung pengiriman tentara AS. Namun pada akhirnya, perang yang
berlarut-larut membuat rakyat AS bosan, marah dan lelah, dan justru
berbalik menentang Perang Vietnam (akhirnya tentara AS terpaksa
ditarik mundur dari sana).
>
> Saat ini tentara AS berperang di berbagai front di Asia, dengan
kasus yang menonjol di Afghanistan dan Irak.
> Perang "melawan teroris" yang gencar dikampanyekan President Bush
pada awalnya mendapat dukungan rakyat AS yang begitu terpukul dengan
tragedi 9/11.
> Namun saat ini trend yang berkembang di AS adalah, rakyat AS mulai
menuntut penarikan mundur tentara AS, khususnya di Irak.
> Kalau saja Senator Clinton (Hillary) dari Demokrat akhirnya
terpilih sebagai President, saya berpendapat, prioritas pertama yang
akan dijalankannya adalah menarik tentara AS di Irak. Agenda besar
yang sudah menanti adalah "Perang Ekonomi", melawan raksasa dari
Timur, China.
>
> Salam.