Sepertinya moral petugas di penjara sudah hancur hancuran ya..?.Membuat pabrik
ekstasi di Medaeng Surabaya, mendirikan perusahaan jasa antar jemput di
Tangerang, membuat hotel di penjara Cipinang, membunuh di berbagai penjara dan
menjadi setan di Palembang.........Sekedar para sipir, para petugas
penjara......atau banyak hamba wet juga berbuat demikian........?.
Masyaallah......95% birokrat ini sudah korup, terus hamba wet juga demikian
parahnya....apalagi hamba wet yang birokrat. Bagi yang benar dan betul sampai
susah untuk membuktikan bahwa dirinya tidak termasuk yang bejat.
Sallam...,
Bambang Soetedjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Memang keterlaluan bangsa kita yang tidak mempertimbangkan rasa
keadilan dan perikemanusiaan. Contohnya bangsa eropa yang dikenal dengan
zakelijk nya masih memberikan kesempatan kepada tahanan untuk pulang dan
melakukan acara2 keluarga perpisahan dengan istri atau suami yang meninggal
selama yang bersangkutan ditahan di bui dan tidak sebaliknya jenazah yang
dibawa ke bui. Aturan mana sih yang me legal kan situasi seperti ini. Apakah
ini aturan baru jaksa agung yang terhormat yang baru dilantik dalam resufle
kabinet yang naik kejenjang kursi empuk dengan menginjak injak hak azasi
manusia2 yang tidak punya kekuatan politik. Yang punya kekuatan politikpun
masih di diskriminasi. Tolonglah bapak2 serta ibu2 para pejabat negara. Jabatan
kalian tidak kekal dan jangan mengambil kesempatan dalam situasi kesukaran
masyarakat membela diri. Saya sangat prihatin dengan kejadian ini, dan semoga
tidak terjadi lagi dikemudian hari. Pejabat2 kita sudah nggak punya rasa
perikemanusiaan
sampai2 istri meninggalpun masih di diskriminasi. Kepada keluarga korban saya
turut berduka cita.
Salam prihatiiiiin banget.
BS