Wah...pak Mul dan pak Manneke ini sudah sama ketajaman plesetan-nya.
Pak Amien Rais minta maaf lho sama Presiden SBY sewaktu ketemuan di Airport,
dan sewaktu keduanya saling ber-maaf-an, pak Amien bilang "maaf" atas
"plesetan" yang beliau katakan tentang SBY.
Hehehe...kok jadi saling pleset-memleset kan. Yang penting ada yang mau
mengaku mendapatkan dana, dan ada yang enggak mau mengaku mendapatkan dana
(seperti Bill Clinton sewaktu ada "affair" dengan Monica Lewinsky dulu - enggak
mau ngaku pertamanya; tetapi akhirnya ngaku juga, kan?!)
Kan lebih bagusan mengaku saja sekarang dari pada harus menelan ludah kembali
nantinya, ya?
Lha wong pemilihan Presiden Amerika saja mendapatkan dana dari Pengusaha
Indonesia, kok pemilihan presiden di Indonesia katanya enggak dapat dana?
Gimana sich kejujuran para pemimpin kita?!
Salam,
Yuli
stephanus Mulyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ah, teman-teman ini ada-ada saja.
Bukankah masih segar diingatan kita, ada pejabat yang mengatakan kalau
mengundurkan diri bukan budaya (pejabat) kita, sehingga tidak perlu ditiru?
Apalagi bunuh diri bukan budaya (pejabat) kita. Oleh karena itu mana mungkin
akan ada (pejabat) yang menirunya.
Kalau budaya membunuh orang lain yg membuka aib itu ada di negeri kita. Dan
budaya itu nampaknya semakin banyak ditiru. Kita ambil contoh-contoh nyata para
korban pembunuhan, yaitu Udin dan Munir. Mereka berdua termasuk korban budaya
pembunuhan karena mencoba membuka aib (pejabat) di negeri ini.
Salam
Mulyadi