iscab: Kalau tak salah, 60% orang Indonesia bersuku Jawa.
Bapakku orang Solo dan Ibuku orang Gunung Kidul, Jogja. Lalu keduanya menikah di Bandung. Aku hidup di Bandung menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa gaul kota Bandung, hasilnya aku tidak merasa diriku orang Jawa. Aku lebih merasa diriku sebagai orang Bandung walau tidak bisa bahasa Sunda aktif. Aku sudah tidak bisa berbahasa Jawa aktif. Orang-orang sepertikulah yang mendorong kepunahan bahasa daerah. Nah, kembali ke definisi budaya Jawa. Aku berdarah suku Jawa tetapi tidak merasa bagian dari suku Jawa. Walau suatu hari ingin menikah menggunakan adat Jawa. Nah, pernikahan JAwa pun berbeda-beda, ada ala Jogja, Solo, dan lain-lain. Sebenarnya identitas kesukuan di Indonesia abad ke-21 sudah berbeda dengan jaman dahulu. Di Bandung, tetangga sebelah rumah adlaah orang Palembang yang berbahasa Jawa dan tetangga depan rumah adalah orang Batak berbahasa Sunda. Nah, aku orang Jawa berbahasa Indonesia, Inggris, dan Jerman tapi tidak bisa bahasa Jawa aktif lagi. Condro On 5/30/07, stephanusmulyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Karena pertanyaan Bung Sidik juga ditujukan pada Miliser sekalian, > sebelum menanggapi pertanyaan bung Sidik saya juga ada pertanyaan > untuk Bung Sidik: > Benarkah kebanyakan masyarakat Indonesia adalah orang Jawa? > sebagaimana tertulis di bawah ini: [Non-text portions of this message have been removed]
