Kamis, 31 Mei 2007  

Tajuk Rencana 

Rakyat Indonesia Tersinggung

Rakyat Indonesia, terutama Jakarta, marah, tersinggung, dan kecewa 
berat atas insiden yang menimpa Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di 
Australia. 

Banyak orang dibuat terperangah, terkejut, dan ikut merasa dilecehkan 
ketika menyimak berita, Sutiyoso didatangi polisi ke kamar hotel 
penginapannya di Sydney dengan menggunakan kunci duplikat. 

Rasa tercengang bertambah karena Sutiyoso kemudian diminta menghadiri 
sidang terkait kasus tewasnya lima wartawan Australia di Balibo, 
Timor Leste, di tengah kemelut perang saudara di wilayah itu 16 
Oktober 1975. 

Tidak sedikit warga Jakarta memprotes dan mengecam keras atas 
perlakuan buruk terhadap gubernurnya. Ratusan orang berdemonstrasi di 
depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta hari Rabu 30 Mei memprotes 
perilaku polisi Australia yang dinilai keterlaluan dan arogan. 

Sutiyoso sendiri dalam jumpa pers mengaku merasa dilecehkan, dan 
mendesak kepolisian Australia meminta maaf demi hubungan baik. Ia 
telah mengadukan insiden itu ke Departemen Luar Negeri RI di Jakarta. 

Sebagai tamu resmi yang diundang Pemerintah Negara Bagian New South 
Wales, Gubernur DKI semestinya mendapat perlakuan baik. Apalagi 
tujuan kunjungannya untuk persahabatan, memperkuat kemitraan dua 
kota, sister city, antara Jakarta dan Sydney. 

Atas pertimbangan apa pun, termasuk kepentingan penyelidikan 
peristiwa Balibo, perlakuan buruk terhadap Sutiyoso tidak dapat 
dibenarkan, keterlaluan dan melanggar tata krama hubungan baik 
antarnegara. 

Cara yang digunakan polisi Australia dalam upaya penyingkapan 
peristiwa Balibo termasuk gegabah dan tidak etis. Tentu saja kasus 
Balibo yang masih banyak menyimpan misteri harus dibongkar demi 
kebenaran. 

Jelas pula Indonesia berkepentingan atas pengungkapan misteri 
peristiwa Balibo untuk mengakhiri berbagai spekulasi dan kecurigaan 
hampir 32 tahun yang cenderung merugikan bangsa Indonesia. 

Namun, tidak dapat diterima, jika dalam upaya menyingkapkan peristiwa 
Balibo, polisi Australia tidak menghormati prinsip praduga tak 
bersalah, melecehkan martabat seperti dialami Gubernur DKI Jakarta. 

Kiranya masuk akal jika rakyat Jakarta khususnya dan Indonesia 
umumnya tersinggung dan mengecam keras atas perlakuan polisi 
Australia terhadap Sutiyoso. Tentu saja insiden itu diharapkan tidak 
sampai mengganggu hubungan dan kerja sama kedua negara. 

 


Kirim email ke