Bung Wal, ini pandangan yang netral.
Saya memang membayangkan belasan orang marinir (9 kata berita ?) berhadapan
dengan massa bersenjata (benar bersenjata???) lalu diperintah untuk tidak
mundur..apa yang harus dilakukan ? Komandan lapangan yang bijak tentu akan
memerintahkan mundur dan berani bertanggung jawab atas perintannya tersebut ke
atasannya. Reasonnya jelas: menolak menembaki rakyat. Saya kenal seorang
Djendral Polisi yang menolak menembaki mahasiswa di Surabaya ketika terjadi
kerusuhan Mei 1998 yang juga melanda Surabaya...reason yang dipakai sama:
menolak menembaki mahasiwa yang merupakan rakyat sipil tak bersenjata. (note:
Tahun lalu dia juga menolak mengeksekusi Tibo cs dan memilih melakukan
investigasi, rekonstruksi dan menjajaki kemungkina amnesti umum. Dia dicopot
dari jabatannya dan seminggu kemudian eksekusi ketiga orang tersebut dipaksakan
untuk dilaksanakan. The man with integrity !!!).
Rakyat mungkin akan masuk ke lahan yang jadi sengketa, pengadilan akan
mengambil alih...dan karena tanah lagi dalam sengketa, pengadilan bisa
memerintahka kepolisian untuk mengawasi lahan tersebut hingga proses pengadilan
menhasilkan putusan hukum yang mengikat.
Selama Orde Baru marinir (AL dan AU umumnya) paling sedikit terlibat dengan
kasus penembakan terhadap rakyat. Sayang ini terjadi di orde reformasi hanya
untuk mempertahankan lahan. Sangat tidak perlu !!!!
Kita menuntut pelakunya tetap dihukum, bukan saja perwira dan anak buahnya di
lapangan namun juga perwira yang memberi komando dari atas. Kit ajuga menuntut
pengadilan megintervensi dan memberikan putusan yang adil atas status tanah
sengketa.
Salam prihatin,
Irry
walsuparmo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam,
Memang sungguh sangat sulit berhadapan dengan PETANi miskin yang
tidak punya tanah, dengan Penguni rumah di tepi sungai dan di bawah
jembatan.Mereka semua merasa mempunyai HAK karena sudah terlampau
lama menggarap tanah tersebut atau tinggal berumah(sampai semi
permanen) ditepi sungai atau di bawah jembatan.
Juga sulit untuk alat negara termasuk TNI, AURI,Marinir dan POLRI
karena TUGAS menghadapi mereka.Meskipun sudah SABAR kalau diserang
MASSA dengan senjata tajam dll dan mereka sendiri memegang senjata
api, tidak urung harus MEMPERTAHANKAN diri dan pasti timbul korban.
Wasalam,
Wal Suparmo