Bener Mas Achmad...
Mustinya kita memang jadi rakyat yang 'sangat pengertian' saja... Jadi
pengikut alirab 'kebatinan' alias misuh2 dalam hati saja...Mau ngomong apa
juga, 'emang ada yang mikirin?' Kita masih untung punya forum ini ya Mas,
misuh-misuh masih ada yang mau baca...Gimana rakyat di daerah dan pedalaman
yang selalu dibungkam aparat? Saya cinta Indonesia, tapi saya benci sistem dan
pemerintahannya. Kalo dipikir-pikir, rakyat Indonesia memang jauh lebih cerdas
dan kuat dari pada pemimpinnya yang tolol, pengecut dan tak punya malu...
Achmad Jauzi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kenapa heran ada rakyat yang ditembak TNI? Bukankah sejak jaman
Soeharto hal ini sudah biasa? Ingat saja peristiwa Tj. Priok, Haur Koneng,
Talangsari, Mei 1998, Semanggi I&II, Nipah, Rumpin, Tim Mawar dll
Mengharapkan keadilan? Mustahil Bapak/Ibu, hanya keadilan dari ALLAH di akhirat
saja yang dapat membuat semuanya jadi balance...Tak mungkin anda akan
mendapatkan keadilan di negeri ini...
Tanah punya siapa? Apakah anda semua tidak ingat bagaimana proses pembebasan
tanah yang sudah biasa terjadi? Tanah rakyat dibayar dengan ganti rugi
(bener-bener merugikan), yang tidak mau dicap PKI, keluarganya tidak bersih
lingkungan, tokoh yang menggerakkan protes dibawa Babinsa ke Koramil, pulang
tidak cacat saja sudah bagus...
Betapa menjijikkannya mendengan konperensi pers Panglima yang bilang peluru
pantul dan Danjen Kormar Safzen Nurdin yang menyalahkan rakyat...Kok
bisa-bisanya peluru pantul menembus kepala ibu hamil yang sedang memasak di
dapur...
Kalau mereka masih punya kehormatan dan rasa malu, bunuh diri seperti menteri
keuangan jepang harus mereka lakukan...tapi sayang tidak ada petinggi negeri
ini yang punya rasa malu dan kehormatan