Di surat kabar "The Age", Friday, June 1, 2007 memberitakan
PM NSW Morris Iemma dan Dubes Australia di Jakarta Bill Farmer
telah minta maaf pada Governor Sutiyoso.
Ditulis "Mr Farmer visited Governor Sutiyoso at Jakarta's city hall to
apologise"
Juga ada ditulis "Governor Sutiyoso said later he had forgiven Mr Farmer".
Jadi mereka (Aussie) sudah tiarap minta maaf dan Pak Sutiyoso juga
telah mengampuni mereka...
Jadi jelek-jelek comrade Sutiyoso kita ini seperti orang Jepang, ia punya
"harga diri" yang tinggi.
Arogansi berlebihan?
Who knows, amigo?
Salam
Las.
Arnold Darmanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Apakah kalimat "Sutiyoso Menuntut Australia Minta Maaf" memang betul
keluar dari mulut dan hati Pak Sutiyoso, atau hanya pelintiran wartawan? Kalau
benar memang kalimat tersebut keluar dari mulut dan hati Pak Sutiyoso, alangkah
sangat disayangkan! Kalau orang lain berbuat salah kepada kita, lalu kita
menuntut orang tersebut untuk minta maaf kepada kita apakah kemudian tidak
terkesan arogan? Bagaimana kalau orang tersebut tidak mau minta maaf? Apa
dampak tuntutan kita tersebut? Apakah ada ancaman dibaliknya? Nah lebih celaka
lagi kita, sudah arogan mengancam pula! Kalau memang kita benar, kita tidak
perlu menuntut dan mengancam. Niscaya banyak orang dengan senang hati akan
membela kita.
Arnold
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.
[Non-text portions of this message have been removed]