Keterlaluan memang tramtib ini. Bagaimana para pejabat apakah kalian masih 
membuta dan membisu. Sudah banyak bukti pelanggaran HAM kecil2 seperti ini. 
JAngan tunggu terlalu lama untuk menindak mereka yang berbuat semau maunya 
terhadap mereka yang ingin menyambung hidup. Sita barang boleh2 saja tapi 
jangan mukul karena mereka manusia yang juga punya rasa sakit dan rasa dendam 
kalau memang sedang jalan dan tidak membahayakan jiwa manusia lainnya. Kalau 
berani tindak itu para preman atau tramtib ini yang preman dikasih baju seragam 
untuk nakut2in masyarakat miskin. Jelas tindakan ini adalah tindakan preman.
   
  Salam prihatin
  BS

rini_wongso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Hari ini sekitar pukul 11.00 saya melalu Grogol. Tepatnya di bawah fly
over Grogol-Tomang. Saya hendak meuju Mall Ciputra. Ketika itu saya
sedang di lampu merah. Mendadak saya mendengar suara teriakan-teriakan
beberapa orang. Ketika saya menengok ke belakang, maka saya melihat
sekitar 6 orang Trantib (bukan polisi biasa, mereka mengenakan pakaian
biru. Biasanya mereka bertugas menertibkan lalu lintas di sekitar
situ) sedang mengejar 2 orang pengamen. 
Padahal pengamen itu hanya berjalan saja dan tidak melakukan apa-apa.
Apalagi melawan.
Tiba-tiba salah seorang aparat memukul salah satu dari kepala pengamen
itu dengan menggunakan tongkat yang biasa mereka bawa.
Lalu yang lainnya menyita gitar mereka.

Saya rasa aparat tidak sepantasnya berlaku demikian.
Tidakkah mereka memikirkan nasib para pengamen yang entah mau ke mana?
Mereka tidak melawan sedikitpun. Mereka pn tidak melakukan kesalahan
seperti membahayakn nyawa orang.
Ok lah jika gitar disita. Namun, mengapa harus meukul kepala mereka
dengan tongkat. Mereka juga manusia. Mereka hanya bernasib malang.



         

 
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
 Try the free Yahoo! Mail Beta.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke