pak Tri,
1. Bagi kami banjir Jakarta bukan disebabkan hujan lebat, sudah
ribuan tahun hujan seperti itu terjadi dan akan terjadi. Kami
mengatakan sungai di Jakarta makin kecil karena hunian liar padahal
sebaliknya sungai harus diperbesar karena watershed makin gundul dan
terbangun.

2. Jangankan UEA saya juga pernah usul ke YM Baginda, dari pada awan
Indon yang dipanen pada hal akan turun juga sebagai hujan sesuai
takdirNYA bagaimana kalau bulan Agus Sept awan di Bangladesh yang
menyebabkan banjir dipanen untuk diturunkan sebagai hujan di Indon
yang sedang lagi kering2nya, orang Bangla akan beri gratis tu awan.
Orang UEA juga berkehendak agar hujan jatuh di atas ladang
pertaniannya dari pada jatuh di padang pasir sebagai laskar tidak
berguna. Di Indon kan lain, bukan hanya orang Purwakarta butuh hujan
orang Cirebon juga perlu

3. Waktu saya bertugas di Solo rasanya merangkap sebagai Travel
Biro, tiap week end ada saja tamu dari Pusat, katanya meninjau
padahal tujuannya plesir ke Silir, orang UEA juga begitu kale
alasannya ninjau TMC ( kok ga ke Amrik?) padahal maunya mimpi ke
Puncak. Ini yang namanya ayak2 wae, Nemani ga?


--- In [email protected], Tri Handoko Seto
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> pak rzain,
>
> 1. memang betul bahwa banjir tidak hanya ditentukan oleh besarnya
curah hujan tetapi juga daya dukung permukaan. tetapi daya dukung
permukaan kan tidak bisa berubah2 dg cepat dalam hitungan menit,
jam, atau hari. sedangkana besarnya curah hujan itu sangat variatif.
jadi kalau saat ini kita harus memprediksikan banjir yg mungkin
terjadi dalam bbrp minggu ke depan, maka daya dukung permukaan bisa
dianggap konstan. jadi apa faktor penentunya? ya curah hujan. data
memperlihatkan bahwa banjir2 besar di jakarta selalu diakibatkan
oleh memang sangat tinggi. banjir bulan februari kemaren juga
disebabkan oleh curah hujan yg sangat tinggi. lebih dari 100mm
average.
>
> 2. silakan saja pak. tidak ada yg melarang kok.
>
> 3. lha saya cuma menirukan orang2 di republik mimpi, boleh saja to
pak? Iran boleh saja punya irigasi yg bagus. kita seharusnya juga
punya. jadi begini saja pak. saya sbg orang TMC ya terus berusaha
meningkatkan kemampuan TMC indonesia. bapak sbg orang pengairan
silakan meningkatkan irigasi di indonesia. mari berlomba2 demi
kebaikan. saya akan sangat senang jika pada akhirnya TMC tidak
diperlukan di Indonesia karena memang sistem irigasi kita sudah
sangat bagus. bagaimana pak? o iya, bbrp minggu yg lalu, bbrp orang
utusan pemerintah UEA datang ke kantor meminta kami untuk melakukan
kajian kelayakan TMC diterapkan di timur tengah.
>
> mestinya pemerintah UEA kan bisa meniru iran dlm meningkatkan
irigasi ya... kok malah jauh2 datang ke indonesia untuk bertanya
TMC. ayak ayak wae..... kata Jarwo Kuwat.

Kirim email ke