Sekedar buat background info aja , spy lebih enak diskusi , Pak Goen alumni IPB ??
At 07:19 AM 03-06-07, goenarjadi wrote: >sekarang Pak Anton Apriantono juga begitu, jadi Menteri Pertanian >[untung belum kena reshufle], tapi di bawahnya 4,000 orang birokrat >karatan semua, bahkan banyak lulusan IPB yang saking sudah karatan >masuk birokrasi sana, sudah menjadi bebal, gak bisa diajak ngomong >logika, pikirannya sudah seperti Sutiyoso semua. Pikiran sepeti Sutiyoso maksudnya apa sih pak ? Saya setuju bhw birokrasi lama jadi masalah di smeua Departemen..., kata Bu Mega... keranjang sampah.. Tapi apa itu salahnya si menteri baru ??? Merea seing sudha terkooptasi oleh konglomerat tertentu.. kepentingan tertentu yg sering sebenarnya tidak memihakkepentingan rakyat banyak.. Yang saya tahu... Pak Anton sudah berusaha "membersihkan " tapi kalau jumlahnya seperti Bapak bilanh 4000 orang .. kan susah juga. >kejadian yang sama dengan Sri Mulyani dan anaknya Pang Lay Kim, gak >bisa berbuat lebih dari jarak 10 meter dari ruangan kantornya, tembok >birokrasi taidak bisa ditembus, tidak bisa dipakai, tidak bisa >digerakkan, karena kurang oli. lha kan berul juga.. sama di departemen lain..., masakan smeua menteri mau di ganti... Pengalaman saya prinbadi.saya... bilang. betul banyak kesulitan berurusan dgn birokrasi ini.. tapi bukanny atidkabisa di tembus... cuma ya sulitnya setengah mati...:(.. >Kasihan rakyat, benar kata Try Sutrisno, ekonomi mengalami stagnasi. >lha piye, menteri gak bisa membedakan mana korupsi mana nyogok? > >Kalau anaknya mantan menteri saja frustasi, bagaimana anaknya tukang >parkir? lha mau imigrasi kemana? jadi TKI? Mas Goen jangan frustasi.... coba aja terus .. karang pun yang begitu keras pun.. bisa hancur oleh ombak yangterus menerus.. Sebagai contoh... urusan adanya praktek keadilan perdagangan antara pasar tradisional .. pasar moden gede dan pemasok.. yang mau diatur oleh suatu perpres..., sudah lebih dua tahun kami perjuangkan.perpes itu .belum juga lolos... , tapi aku belum nyerah...:( Walo janji sampai saat ini masih tinggal janji... :( siapa tahu besok ada hasilnya juga Kalau di Deptan .. ada Permentan yang cukup maju yang digagas oleh pak Anton.. eh setelah berproses lebih satu tahun , keluar juga setelah dikebiri oleh birokrat lama, dan eks pejabat yang bergabung dgn kepentingan bisnis tertentu... ( asal tahu aja..., para mantan pejabat karatan itu, kalo pensiun terus jadi atau konsukltan atau asosiasi yg bekerja utk kepentingan bisnis tertentu itu, dan memanfaatkan mantan anakbuah yang masih ada didalam) . Setelah dikebiri .. Permentan itu sudah kehilangan gagasan majunya... :( .. tapi saya juga belum nyerah... masih mencoba terus mendukung adanya perubahan peryubahan kerarah kemajuan ... kan kasihan negara ini kalau smeua cuma bisa frustasi Ynag sudha keluar juga maish bisa direvisi kok.. Saya lihat Di Deptan .. di jajaran pimpinan nya sekarang sudah ada kok kemauan untuk berubah.. cuma merubah 4.000 yg didalam plus pensiunan yang diluar nggak akan gampang.. Soal Deperdag.. , menterinya agak liberal.., tapi kalau dapat kesempatan berdiskusi langsung.. beliau cukup responsif kok.. sayangnya .. tentu susah bisak ketemu langsung...:( Kalao ketemu birokratnya.. ya tahu sendiri.. Kalau Rohmin aku nggak bisa komentar.kebetulan belum pernah berinteraksi langsung sih... Pak Goen.. kalau betul anda ornag IPB atau setidaknya orang Pertanian.. boleh kah aku berjapri ria. untuk bisa dapat minta masukian pengalaman pak Goen.., Kita sumbangkan pikiran kita utk dunia pertanian khususnya dna kemajuan sektor riiil umumnya.., dua masalah yang mengganjal di negeri kita ini. Pokok nya jangan menyerah.. kalau perlu .. kata Ma sSuheimi... revolusi.... :( tapi yang damai... masih trauma peristiwa Mei sih... Bayangkan kalau kita bisa kompak.menyatukan visi.. lalu menuntut bersama .... soalnya cuma menggerutu dan menyerah... kita going nowhere.. Saya percaya masih banyak peecinta negari ini.. masih banyak yang memihak rakyat dan bukan memikirkan diri sendiri... semangat naga bonar masih ada kok.......lebih banyak dari... yang merasa OK OK aja di hina OZ atau OK OK aja peretail asing menelan pasar tradisional misalnya..:) Salam Haniwar . Kalau soal adanya birolrat yang tampaknya lebih mementingkan kelompok bisnis berduiot.. ya podo wae >salam, >Goen > >--- I Haniwar http://haniwar.blogspot.com/
