Mana berani lawan musuh dan mana mau mereka mati untuk negara kan lebih baik 
membunuh rakyat tak bersenjata dan tidak berdosa dengan dalih tertembak dan 
bukan ditembak. Wis ngarang aja pak jenderalnya. Emangnya rakyat tolol. Yang 
tolol siapa dan yang pengecut siapa? 
   
  Salam pak Jenderal semoga bapak2 ini membela rakyat dan melindungi mereka dan 
bukan menembak oh maaf tertembak oleh anak buah yang pengecut.
   
  Turut berduka cita sedalam dalamnya kepada keluarga korban. 
   
  Salam prihatin
  BS

Nur Hidayat Sardini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Hare gene, ada tentara nembak peluru rakyatnya !

Padahal rakyatnya itulah yang membelikan bedil dan pelurunya itu.
Apa mereka tidak sadar, bahwa bedil dan pelurunya itu, seharusnya untuk 
menembak musuh-musuh negara: kapal-kapal asing (illegal fishing), juga para 
penyelundup kayu melalui jalur laut (illegal logging).

Kenapa marinir kita tidak bisa menahan diri, padahal dulu waktu pasukan AL kita 
diprovokasi tentara-tentara laut diraja Malaysia mereka mampu menahan diri 
untuk tidak menembak tentara dan kapal-kapal laut Malaysia, dalam kasus Blok 
Ambalat !

Tentara kita kok beraninya nembak ke rakyatnya sendiri. Beraninya sama 
rakyatnya sendiri. Mereka tidak berani nembak musuhnya.

Hare gene, tentara kita belum tersentuh reformasi !


nhs

Kirim email ke