Saya gak setuju kalo dikatakan para prajurit gak tau "teori pantulan peluru", 
saya lebih gak setuju kalo dikatakan para prajurit TNI dikatakan punya IQ 
jongkok.
Kasus ini membuktikan bahwa prajurit TNI benar-benar pintar, dan paham tugasnya 
sesuai dengan  apa yang diajar dan dilatihkan kepada mereka, bukankah  ajaran 
dan latihan  prajurit adalah membunuh?
Sayang mereka buta gak bisa lihat siapa musuh sesungguhnya yang harus 
dibunuh... Senjata para pembunuh harusnya dilucuti sekarang juga!
Kembali ke barak dan gudangkan senjata para pembunuh!!!

Salam..

Achmad Jauzi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Meskipun punya Ayah (alm), Abang Kandung dan Kakak Ipar anggota TNI-AD, saya 
sama sekali tidak paham dengan ilmu balistik. Hanya saja sebagai rakyat saya 
menggunakan logika sederhana :
    
   1. Seandainya itu memang peluru pantul.
   Prajurit yang terlatih tentunya tahu bahwa peluru dapat memantul dan 
pantulannya dapat menewaskan seorang ibu hamil yang sedang memarut singkong di 
dapur, jika tahu efek pantulannya masih dapat membunuh (bahkan kemudian 
memantul lagi menembus dinding kayu)...mengapa ditembakkan juga ? ? ? Mereka 
kan prajurit terlatih yang tahu efek dari peluru yang lepas dari moncong 
senjata ? ? ?
   Kesimpulan : Seandainya tidak tahu peluru pantul dapat membunuh berarti 
mereka IQ Jongkok
    
   2.Seandainya bukan peluru pantul.
   Alangkah kejamnya para petinggi TNI yang berusaha menutupi kesalahan dengan 
teori peluru pantul, kemudian demo terorganisir dimana yang dimajukan adalah 
balita dan anak-anak...Come on General...Di mana nurani anda ???
 Kesimpulan : Jika teori peluru pantul hanya untuk cover up adalah TUNA NURANI
    
   Melihat IQ para petinggi yang jongkok, tidak heran jika perjanjian 
pertahanan yang sangat jelas menguntungkan Singapura masih dibilang 
menguntungkan Indonesia...Melihat para petinggi yang Tuna Nurani, keyakinan 
saya tragedi Pasuruan bukanlah yang terakhir...
    
   Wahai para petinggi TNI yang menganut teori peluru pantul dan teori demo 
yang menggunakan balita dan ibu hamil sebagai tameng...Saya yakin anda semua 
akan bebas di dunia, hidup bergelimang harta dan kehormatan, meninggal 
dimakamkan di TMP dengan tembakan salvo, peti jenazah anda juga akan ditutupi 
Sang Merah Putih...Tapi ingat, masih ada hari akhirat...Semua akan dibuat 
balance di akhirat...
    
   Wahai petinggi TNI penganut teori peluru pantul, para korban kalian layak 
menuntut Qishash dan jika mereka tidak akan mendapatkan haknya di dunia (saya 
yakin di dunia mereka tidak akan mendapatkan keadilan)...mereka akan 
mendapatkannya di akhirat...Pintu surga tidak akan dibukakan untuk kalian 
kecuali Qishash dilakukan di dunia atau keluarga korban memberikan ma'af untuk 
kalian...
 
 

Kirim email ke