Anak pak Rohmin ini jelas2 bukan atau tidak punya rasa nasionalis jadi monggo
mawon kalau ingin jadi penghianat bangsa dan ganti warga negara atau mau jadi
transmigran ke Kanada (whatever lah) yang penting melarikan diri dari
kenyataan, itu hak pribadi dia tapi kita, dalam hal ini saya tidak akan
melupakan kalau sekali waktu saya ketemu akan saya katakan bahwa dia adalah
penghianat bangsa dan menyepelekan orang tua.
Salam
BS
evi douren <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Duh, Tanah Tumpah Darahku yg tercinta, kenapa juga makin banyak
manusianya yg kagak punya malu! Sesungguhnya, sebagai anak yg tidak lagi remaja
mereka harus menyadari betapa tebal dan besar tembok yg harus menahan ucapan
mengancam mereka. Rasa malu serta tahu diri adalah sekat pertama yg menahan
pita suara mereka bergetar u/menabrak tembok tadi.
Doa anak yang salehlah kelak yg akan membantu bapaknya yg telah membuat
sengsara banyak anak negeri lainnya karena tindakan salah yg telah dilakukan
o/bapaknya. Jika mereka benar2 menyayangi bapaknya mk mereka justru membantu
sang bapak u/bertanggung jawab, bukan malah mengancam....
Menepuk air di dulang, terpercik wajah sendiri!
ED