Jika kedua beliau sungguh-sungguh berpikir independen,
Maka majulah dengan tegar dan berpikir demi perubahan.
Jangan takut dan malu kalau kalah suara, tetapi
Bangkitlah untuk memberikan yang terbaik bagi
Bangkitnya demokrasi kita. 

Bagi peminat perubahan, harus diyakini mereka bukan
Ratu adil, sebab ratu adil hanya karangan penjajah
Belanda. 

Dunia hari ini adalah dunia yang digugah menjadi ajang
Kerja-keras, kompetisi, layak hanya bagi orang yang
Siap bekerja, dan siap membangun manfaat dari segala
Perbedaan, dan kemudian memberikan manfaat bagi yang
Lain yang berbeda. Harapan ratu adil sudah harus
Dilupakan.

Kita harus maju jika kita tidak ingin jadi obyek
Godaan
Para pengejek bangsa kita di era masyarakat ekonomi
Asean 2015.

Pilkades berikut adalah 2011 (?). Jika sekarang calon
Independen dapat 10 persen suara saja, maka pilkada
2011 akan telak merubah jakarta, pas menyambut era
Ekonomi bebas 2015

Maju!
Sejahtera!
Salam solidaritas!
Merdeka!

   

--- walsuparmo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Salam, 
> Kok masyarakat atau publik Indonesia tidak KAPOK2
> jika memilih 
> wakilnya lewat PARTAI. Sudah terbukti ber-kali2
> bahwa orang masuk 
> partai hanya untuk mencari KEDUDUKAN saja.Dan
> hasilnya sangat 
> mengecewakan. Makin menggila lagi jika ada partai
> yang mengusulkan 
> calon seperti  Rano Karno,Oneng, Omas,
> Matsolar,Mandra dsb.Sadarlah 
> dan pilihlah calon ALTERNATIF dan INDEPENDEN.
> Wasalam,
> Wal Suparmo

Kirim email ke