Gus Dur juga sempat membuat predikat "DPR Taman Kanak-Kanak" beberapa
tahun yg lalu.. Ternyata, gelombang demokratisasi via pemilihan
langsung tidak membawa perubahan yg berarti terhadap kinerja
DPR(termasuk DPRD)...Alhasil, DPR (DPRD)masih seperti Taman
Kanak-Kanak, dengan kata lain, DPR sekarang "BELUM NAIK KELAS"..Mereka
ternyata "TINGGAL KELAS"!!!!

Penderitaan ribuan rakyat korban Lumpur Lapindo lebih mendesak
daripada isu nuklir Iran...Pengembalian aset koruptor BLBI yg bernilai
ratusan triliun rupiah jauh lebih bermanfaat daripada isu nuklir
Iran...Peningkatan mikroekonomi lebih merakyat daripada masalah
reaktor nuklir IRan...Mana sebenarnya yg menjadi prioritas "DPR Taman
Kanak-Kanak" ini?? 

Apakah mereka memiliki skala prioritas?? Apakah mereka dipilih oleh
rakyat IRan makanya mereka menggulirkan interpelasi??


Salam Taman Kanak-Kanak, 


Patrick Hutapea

--- In [email protected], "rzain" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> DPR menginterpelasi Presiden soal yang tidak begitu penting buat kita 
> karena Iran saja kalem2 menghadapinya. Nampaknya DPR sangat arogan 
> menghadirkan Presiden (setelah gagal mendapat anpaw agar tidak 
> mengajukan interpelasi?) pada hal tidak juga ada yang perlu 
> dibicarakan mendetail, Presiden hanya akan membaca jawaban tertulis 
> dan menjawab satu dua pertanyaan yang cukup diwakili Menlu, malahan 
> akan hadir Menko. Buat Presiden masih banyak pekerjaan yang penting 
> dan perlu.
> 
> 
> rzain
>


Kirim email ke