Betul Bang Loekyh,
akhirnya ada juga yang meyuarakan kebutuhan rakyat....semoga bukan hanya
formalitas belaka karena adanya berbagai desakan, tetapi sungguh dapat membawa
hasil yang bermanfaat.
Klo menkesra, rasanya kok tidak ada perannya selama kasus lapindo ini.
Sepertinya lebih banyak diurus oleh mentamben. Entah kenapa ya....klo dia tidak
ikut campur, trus kesejahteraan rakyat mana yang diurus ya....
loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sdr. Bambang Priyanto dan rekan2 lain, harapan kita di milis ini sudah
terkabul: akan ada interpelasi DPR tentang masalah LAPINDO. Salah satu
penggagasnya juga berasal dari Sulsel, ttp bukan Ngabalin. Mungkin
dapat bisikan dari anggota2 DPR di milis ini :-)
Harapan saya, substansi interpelasi ini bisa DIHAPAL, he, he, he -
seandainya belum bisa dimengerti atau dihayati - oleh anggota2 DPR
lain yang masih tidur dan tutup mata thd berbagai masalah dalam
negeri: masalah LAPINDO, masalah pertanahan (yang memicu kasus Meruya,
kasus penembakan Marinir di Pasuruan dan ribuan kasus2 lain), masalah
pendidikan, masalah transportasi umum dan masalah2 DN yang lain.
IMO, substansi interpelasi LAPINDU tsb adalah masalah penanganan
bencana dan korban LAPINDO, bukan masalah datang atau tidak datangnya
presiden secara langsung dalam sidang paripurna interpelasi. Juga
bukan masalah citra (yang sedalam kulit): telah melekat citra bahwa
Indonesia tidak bisa bebas aktif karena kita ikut2-an anti, eh, pro
Amerika.
Dalam usulan interpelasi tsb, yang ingin saya dengar adalah jawaban
pemerintah (syukur dari Menkesra sendiri) thd isu bahwa ada konflik
kepentingan antara bisnis group Bakrie yang terlibat LAPINDO dengan
posisi Abu Rizal Bakrie di kabinet.
Salam
-