http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0706/08/Politikhukum/3586123.htm
====================

Jakarta, Kompas - Indonesia tak akan terpecah menjadi negara Jawa,
Sumatera, atau yang lain, tetapi Indonesia bisa gagal menjadi negara.
Pasalnya, Indonesia sekarang sedang menghadapi kemiskinan yang besar,
angka pengangguran yang terus meningkat, konflik horizontal yang belum
terselesaikan, dan terorisme. Kondisi ini diperburuk lagi oleh
disharmoni antarlembaga negara dan adanya ketidakpercayaan di antara
anak bangsa.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno
Bachir di Jakarta, Rabu (6/6). "Indonesia bisa tinggal sejarah. Itu
masih untung kalau sempat dicatat sejarah. Kalau tidak, anak cucu kita
tak akan pernah tahu bahwa pernah ada negara yang namanya Indonesia,"
ujarnya.

Menurut Soetrisno, bangsa ini tentu tidak mau Indonesia hancur. Namun,
kehancuran yang sudah di ambang mata itu tak akan bisa dihentikan
kalau warga negara tidak pernah mau peduli.

Itu sebabnya, kata Soetrisno, PAN menawarkan perjuangan kemandirian
bagi bangsa. Apalagi, Indonesia saat ini memiliki ketergantungan yang
begitu besar pada bangsa lain. Padahal, anak bangsa memiliki kemampuan
yang tidak kalah dari kemampuan bangsa lain.

"Kita tentu sedih menyaksikan besarnya impor produk pertanian, yang
seharusnya bisa dihasilkan oleh bangsa ini. Bahkan, Indonesia yang
mempunyai laut yang luas pun masih mengimpor garam," ujarnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum PAN Totok Daryanto menambahkan,
berpartai bukan hanya untuk mengejar kekuasaan, tetapi untuk
mewujudkan kesejahteraan rakyat. Kalau berpartai hanya mengejar
kekuasaan, esensi sebagai manusia akan terasing. (MAM)



Kirim email ke