Bung Agus yang baik, Pertama, saya tidak pernah meng-klaim bahwa istilah itu saya ciptakan. Sama seperti dulu kolom Kiat di TEMPO menjadi populer dan istilah Kiat menjadi populer, saya selalu menjelaskan bahwa Kiat adalah istilah umum di Padang yang diperkenalkan dalam diskusi kami oleh Ed Zulverdi, ketika editor foto TEMPO. Yakinlah, saya bukan orang yang suka meng-klaim sesuatu yang bukan ciptaan saya.
Kedua, sejak istilah Mak Nyuss populer lewat Wisata Kuliner, melalui setiap media yang mewawancarai saya, selalu saya nyatakan bahwa saya memakai istilah yang dipakai Mas Kayam di kumpulan kolom di Kedaulatan Rakyat yang berjudul Mangan Ora Mangan Asal Kumpul. Saya cukup akrab dengan Mas Kayam semasa hidupnya, sehingga saya juga sering mendengar ungkapan itu diucapkannya bila kami sedang makan. Menjelang akhir hayatnya, Mas Kayam sempat menraktir saya minum bir di sebuah warung di Tirtagangga karena kami pas ketemu di sana. Menurut seorang teman dekat Mas Kayam (karena dulu saya tidak pernah bertanya langsung ke Mas Kayam), dulu Mas Kayam suka makan sate kambing di depan Stasiun Solo Balapan. Di tendanya tertulis "Nyus". Mungkin pula dari situ Mas Kayam dapat ilham. Semoga arwah Mas Kayam tenang dan damai di sisi Al Khalik. Salam, BW > Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ungkapan "mak nyuusss!" bagi para penggemar kuliner, pasti sudah tak asing lagi. Ini hampir sama populernya dengan ungkapan Tukul: "Kembali ke laptop!" > > Bondan Winarno di program TV Wisata Kuliner, paling sering menyebutkan "mak nyuusss" ketika menyantap hidangan lezat. Tapi, benarkah Bondan Winarno adalah pencetus ungkapan khas tersebut? > > Ternyata, bukan. Seorang teman mengatakan, Basuki (pelawak eks-Srimulat) sudah lebih dulu mensosialisasikan ungkapan "mak nyuusss" itu, namun tidak begitu populer. > > Seorang teman lain mengatakan, (almarhum) Dr. Umar Kayam adalah yang lebih dulu mempopulerkannya. Umar Kayam adalah novelis, penulis cerpen, akademisi, birokrat, budayawan, sastrawan, hingga tak ketinggalan, bintang film. Boleh dikata, doktor jebolan Cornell University ini adalah multidimentional-man. > > Semasa hidupnya, setiap hari Selasa, ia menulis kolom pada harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta --kemudian terbit sebagai trilogi Mangan Ora Mangan, Sugih Tanpa Banda, dan Madhep Ngalor Sugih-Madhep Ngidul Sugih. Nah, ungkapan "mak nyuusss" itu termuat di bukunya Mangan Ora Mangan Kumpul. Sayang, saya tak punya buku itu, sehingga tak bisa mengecek langsung, apakah betul ungkapan "mak nyuusss" itu memang terdapat di sana.... > > Yang jelas, Umar Kayam memang sempat dikenang oleh kawan-kawannya sebagai gastronom sejati. Karena kecintaannya yang luar biasa pada pelbagai jenis masakan, almarhum budayawan dan rohaniawan Romo Mangunwijaya pernah berseloroh bila ia punya kecerdasan pada lidahnya. "Edan si Romo itu, yang dia anggap cerdas itu lidah saya, bukan otak," ujar Umar Kayam. > > Satrio Arismunandar > Producer - News Division, Trans TV, Floor 3 > Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 > Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026, Fax: 79184558, 79184627 > > http://satrioarismunandar6.blogspot.com > http://satrioarismunandar.multiply.com > > "If you know how to die, you know how to live..."
