Gak heranlah kalau di negara kita mah. Dokter sudah banyak yang gak punya etika dokter. Resep dikeluarkan hanya untuk memenuhi target penjualan obat yang diberikan oleh FARMASI. Ya gimana ya. komisinya gede kok. Peduli amat pasiennya mau mati atau keracunan obat, yang penting duit lancar. Makanya ongkos pengobatan mahal, harga obat2an tidak terjangkau rakyat kecil. Komisi yang dikeluarkan Farmasi untuk bayar dokter memangnya gak mau di ambil balik ? Ya akhirnya dibebankan kembali ke pasien sebagai konsumen.
Dokter berani meresepkan antibiotik buat anak balita, padahal mereka sadar bahwa kemampuan antibiotik membunuh virus sama dengan kemampuannya membunuh sel2 tubuh yang sehat. Farmasi sebagian besar berasal dari luar negeri alias PMA, ada urusan apa mereka kalau moral dokter Indonesia rusak dan rakyat Indo tidak punya pelayanan kesehatan yang baik. Semoga pemerintah masih mau ngurusin kepentingan rakyatnya. Regard, Paulus T. On 6/7/07, kawuloalit <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalau ini bukan sekedar humor loh... > Dan nyaris dihadapai masyarakat kita..bahkan di jakarta lebih parah...ini > yg > saya dengar dari sharing ibu2 disebuah milis dengan member lebih dari 5000 > dan aktif. > > Sudah pasien tak sadar penyakitnya dokternyapun "taksadar" meresepekan > obatnya....bahkan dengan dengan tidak tanggung-tanggung polyfarmasi dan > AB. > > Kemarin baca di okezone......luar biasa......bahkan dengan alasan yang > menurut saya prematurpun dokter meresepkan AB cuma gara2 habis > operasi...untuk mengantisipasi infeksi bacteri. > > Ada ngga pak survei di endonesia......seberapa sering dokter meresepkan > AB..apa mungkin 8 dari 10 dokter di endonesia meresepkan AB untuk setiap > kunjungan pasiennya? > bukan ndak setuju...lah wong cuma tul..tul..tul tanpa pemeriksaan > penunjang/lab..etc...dah dibawain segepok obat dan tidak ketinggalan AB. > saya setuju kl kemudian digunakan secara bijak dan rasional karena > resistansi AB ini sangat mengkhawartirkan. > > Dan trendnya dari tahun lalu...begitu keluar dari ruang periksa ....resep > sudah siap ditebus...alias resep online. > > salam,
