Bung Winasis, substansi interpelasi resolusi PBB tsb adalah, ya masalah resolusi PBB tsb, bukan masalah datang atau tidak datangnya presiden secara langsung dalam sidang paripurna interpelasi. Juga bukan masalah citra (yang sedalam kulit) bahwa 'citra hitam' telah melekat: Indonesia tidak bisa 'bebas aktif' karena kita ikut2-an anti, eh, pro Amerika.
SBY tidak datang karena takuut? Takuut apa ya? Emangnya presiden secara tak rasional takut dipukulin anggota DPR dalam gedung? Kalau anggota DPR memang berani, coba bikin usulan perubahan UU Pilkada agar calon independen (tidak diusulkan parpol) bisa maju di Pilkada. Usulan ini paling kurang mewakili aspirasi warga DKI + 1 (NB:1 = saya yg bukan warga DKI). Jangan takut direcall parpol karena usulan ini ya? Btw, seandainya pres datang ke sidang paripurna, yang paling saya takutkan adalah melihat tayangan malu2-in para anggota DPR yang rebutan 'bicara kritis' satu sama lain (sampe Gus Dur julukin DPR sebagai 'taman kanak2'). Presiden cengeng? Yang cengeng itu adalah yang suka ngambek: begitu presiden nggak datang, mereka langsung ngambek nggak mau sidang. Bagaimana kita (nggak usah presiden) mau hormat sama DPR kalau prilaku DPR sendiri nggak bisa dianggap terhormat? Berkaca dulu lah, jangan mau menang sendiri dg sok galak dan sok jago, padahal pada parpol tuan besarnya, selalu munduk2 takut di-recall. Salam --- In [email protected], "winasis3103" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > pak paulus, > presiden sama dpr itu sama-sama lembaga tinggi negara. jadi sejajar, > gak ada yang lebih tinggi. tugasnya kan juga berbeda. saya setuju > sih, presiden gak usah takut datang. > > --- In [email protected], "Paulus Tanuri" > <ptanuri@> wrote: > > > > Lah memangnya presiden gak ada kerjaan kaya DPR ? > > Urusan gak ada penting2nya ngurusin DPR yang taunya cuma ngambek > dan naikkin > > gaji sendiri. DPR sudah kehilangan wibawa dan status wakil rakyat > sejak > > mereka lebih mementingkan kantong, dan merampok rakyatnya sendiri. > > Punya hak apa mereka mau manggil2 dan maksa presiden dateng ? > Memangnya > > mereka lebih tinggi dari Presiden ? > > Di negara ini kalau mau mengikuti UUD 45 kan kekuasaan tertinggi > di tangan > > Rakyat, dan mandatnya diberikan ke Presiden, bukan DPR. > > DPR ini harusnya sebagai control pemerintah, tapi prakteknya > sekarang DPR > > adalah musuh pemerintah dan rakyat. Jadi apa kita masih perlu > mereka ? >
