Salam Mas AH, cuma mo usul aja. Klo lihat di Kompas minggu, khan selalu ada Konpopilan dkk, ada humornya gitu lho. Gimana klo di FPK, misalnya pada waktu weekend , boleh ditayangkan humor, biar gak seminggu mengerut dahi terus. Saya pernah lihat sih mas Satrio yang sering kirim humor, jadinya khan bisa dikit fresh gitu. Makasih lho mas atas atensinya, ini cuma usul, klo gak berkenan ya... delete aja kirimanku ini.
Wasallam Antre Di salah satu negara miskin , di mana para rakyat jelata harus antre berjam2 untuk mendapatkan bantuan sumbangan dari kerajaan , sementara para pejabat hidup dalam kemewahan dan setiap hari diadakan pesta di istana raja. Serombongan preman terpaksa harus ikut antre, setelah antre selama 6 jam, loket ditutup dengan pesan "Jatah hari ini sudah habis, silahkan kembali besok" . Semua orang protes dan berteriak2 marah , tetapi tetap tinggal dalam antrian , supaya besok bisa dapat giliran lebih awal. Salah seorang preman tidak terima dengan keadaan ini, lalu mulai memanas2i massa , sampai pada satu kesimpulan, "Saya akan ke istana untuk membunuh Sang Raja dan mengakhiri kegilaan ini!" Lalu pergilah si preman ini meninggalkan teman2nya yang masih tetap antre. Tidak sampai satu jam si preman ini kembali lagi untuk ikut antre. Teman2nya bertanya, "Lho, kok sudah balik? Kenapa? Gak jadi mau membunuh Raja? Takut ya?" Si preman ini dengan lesu menjawab, "Males, yg antre di sana jauh lebih panjang dari yang antre di sini!" LOWONAGAN POLISI Tom mencoba untuk melamar menjadi anggota kepolisian. Untuk itu, ia harus menjalani suatu test di hadapan seorang perwira. Karena sadar bahwa Tom tidaklah begitu cerdas, maka si perwira hanya mengajukan pertanyaan yang sangat sederhana. "Tom," kata si perwira. "Tahukah kau siapa yang membunuh John Lennon?" Tom mengernyitkan kening dan berpikir keras. Tapi jawaban yang dinanti tak kunjung keluar dari mulutnya. "Baiklah," kata si perwira, "Kau tak perlu cemas. Pulanglah ke rumah dan coba pikirkan lagi jawabannya. Besok kau kutunggu di sini." "Bagaimana, Tom?" tanya ayahnya pada saat makan malam, "Apakah kau sudah diterima menjadi polisi?" "Bukan hanya diterima, Papa," kata Tom seraya tersenyum lebar, "Bahkan saya sudah ditugasi untuk memecahkan sebuah kasus pembunuhan." GAM Ada seorang Aceh dari kabupaten Pidie, menulis surat kepada anaknya yang ada dipenjara Nusa Kambangan karena dituduh terlibat GAM (Gerakan Aceh Merdeka). Bunyinya: "Hasan, bapakmu ini sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yang mau bantu bapak mencangkul kebun jagung ini? Eh, anaknya membalas surat itu beberapa minggu kemudian. "Demi Tuhan, jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sana," kata si anak dalam surat itu. Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak terima surat, datang satu peleton tentara dari kota Medan. Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut. Setelah mereka pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya. "Hasan, setelah bapak terima suratmu, datang satu peleton tentara mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?" Si anak kembali membalas surat tersebut, "Sekarang bapak mulai tanam jagung aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan jangan lupa ngucapin terima kasih sama mereka." Pihak rumah tahanan yang menyensor surat ini langsung pingsan. Perwira Tolong saya Dok", kata Budi yang perwira militer pada dokter. "Apa yang bisa saya bantu?", tanya dokter. "Beberapa hari yang lalu waktu saya pulang dari kantor, saya menangkap basah istri saya sedang berselingkuh dengan lelaki lain. Lalu saya ambil pistol saya dan saya acungkan pada istri saya. Lelaki selingkuhannya berkata bahwa percuma saya membunuh istri saya karena saya akan masuk penjara dan tidak pernah lagi bisa bersama istri saya. Saya luluh, lalu ia mengajak minum kopi". "Lalu apa masalahnya?" , tanya dokter. "Dua hari kemudian istri saya melakukan hal yang sama dengan lelaki yang sama. Saya todongkan pistol ke arah lelaki selingkuhan istri saya, tapi sekali lagi ia membujuk bahwa kalaupun ia mati, istrinya akan berselingkuh lagi dengan lelaki lainnya. Saya luluh dan ia mengajak saya minum kopi". "Jadi apa hubungannya dengan kedatanganmu ke sini?", tanya dokter. "Tadi saya memergoki istri saya melakukan hal yang sama lagi. Di depan mereka, saya todongkan pistol ke mulut saya, lalu lelaki itu berkata bahwa kalau saya mati akan rugi karena justru memberi peluang seluas-luasnya kepada kami untuk selalu bersama-sama. Saya luluh dan iapun mengajak saya minum kopi". "Langsung ke pokok persoalan aja deh", kata dokter tak sabar. "Kopi itu bisa merusak kesehatan saya nggak Dok?". Anakku Paling tinggi... Empat orang ibu yang beragama Katolik, sedang duduk-duduk di sebuah cafe sambil mengobrol. Ibu pertama dengan bangganya bercerita tentang anaknya, "Anakku seorang Pastor. Pada saat dia masuk ke suatu ruangan, setiap orang memanggilnya 'Bapa'. Ibu kedua pun tak mau kalah, "Anakku seorang Uskup. Setiap kali dia masuk ke suatu ruangan, setiap orang memanggilnya 'Uskup yang terberkati'. Ibu ketiga juga ikut bercerita, "Anakku seorang Kardinal Setiap kali dia masuk ke suatu ruangan, setiap orang memanggilnya ' Kardinal yang suci'. Karena ibu keempat diam saja, ketiga ibu tadi secara bersamaan bertanya kepadanya, "Bagaimana dengan anakmu?" Jawab ibu keempat, "Anakku tingginya 180 cm, dia eksekutif muda yang sukses, dadanya bidang, sexy, lengannya berotot, murah senyum, sangat tampan, dan selalu berpakaian trendy. Setiap kali dia masuk ke suatu ruangan, seluruh wanita mendesah 'Oh, my God.'"
