Tidak ada niatan untuk urun hujatan atau apapun namanya, karena saya tidak
memiliki informasi yg memadai, jadi ya merasa tidak berhak....karena ujung2nya
berdasarkan "katanya", menurut si Anu dsb...
Yang saya amati adalah sebagai berikut:
Sebagian masyarakat begitu alerginya terhadap penyimpangan2 yg " semakin
sering dan kasat mata" yg dilakukan oleh "oknum"....seperti yg telah ditulis
oleh rekan Iwan Wibawa, namun sebagian "besar" lagi masyarakat kita begitu
bangganya kalau bisa mengasosiasikan diri mereka dengan "militer"....atribut,
pangkat, pun di jadikan hiasan di kendaraan mereka, topi militer ditaruh di
dash board, demikian juga dengan stiker2......setahu saya beberapa waktu yg
lalu di milis inipun dibahas bagaimana "Marinir" memelopori penertiban "stiker2
itu....(Bukan bermaksud membela "Marinir")....
Belum lagi Satgas2 yg jor2an memiripkan seragam bak militer asli.....padahal
mereka 100% sipil....apakah orang2 macam ini sanggup ditugaskan di garis
depan....perbatasan negara dengan segala resikonya???? Misalnya menjaga pulau2
terluar......Disisi lain kita juga prihatin karena untuk mengamankan wilayah
negara kita sendiri, kita harus minta tolong dari negara lain.....
Kita punya aparat yg tugas utamanya adalah menjaga keutuhan bangsa dan negara
kita dari ancaman luar, namun untuk itu lebih banyak kendalanya agar tugas yg
dibebankan kepada mereka bisa terlaksana, keterbatasan alat dlsb...jangankan
alat untuk hidup layak saja sebagian besar aparat kita juga harus
berakrobat....memanfaatkan ketrampilan yg mereka miliki, sehingga munculah
ekses2 yg sudah digambarkan rekan Iwan....
Itulah sebagian fakta yg sempat saya amati....
chairil sanie djailany <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Iya ya Pak, he.he...itu kan karena seragam mereka mencolok
mata.............tapi bagaimana si sipil yang pakaiannya sangat majemuk dan
melakukan itu...........biasanya gak ada yang nyorot kalau bertingkah laku
seperti yang Bapak katakan.
salam,
saya sipil mungkin yg tersingkirkan
csd
Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
sebenarnya sudah cape ngomongin sepak terjang militer di bumi pertiwi ini,
sudah terlalu banyak oknum militer yang masih mempunyai paradigma lama kalo
militer adalah warga istimewa dan diistimewakan, lihat saja dijalan raya,
ketika kita bermacet ria, sering nampak mobil militer kepingin diistimewakan ,
apakah itu pejabatnya maupun para kroconya di dalam truk-truk dinas, berjalan
dengan kecepatan tinggi bahkan seenaknya melanggar rambu lalu lintas, termasuk
melanggar jalur three in one, polisi pun seringkali tidak berkutik menghadapi
golongan militer semacam ini, belum lagi beberapa oknum militer yang jadi
backing perjudian, pelacuran, bahkan berbuat asusila.
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.
[Non-text portions of this message have been removed]