ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan mengenai interpelasi dari
dpr  kepada presiden. saya secara pribadi kurang sepakat dengan apa
yang dikatakan bang awang dan godlip, dimana klo boleh kita tarik
persoalan tersebut kadalam ranahnya politik luar negri
(indonesia)memang disatu sisi kebijakan LN indonesia tersebut ada cost
and benefit yang harus kita perhitungkan. kita jelas ngak bisa
berbicara mengenai rasa persaudaraan atau karena kita sesama muslim.
kita bisa getol-getolnya mendesak agar pemerintah mencabut kembali
kebijakan tersebut. Bagi saya pemerintah telah mempertimbangkan masak
mengenai dukungan terhadp sanksi nuklir iran,karena itu tadi, pln
tersebut tujuannya tidak terlepas dari kepentigan nasional suatu
negara. Sebagaimana pun pahitnya memang kita harus menerima apa
adanya. klo soal interpelasi, kenapa hanya isu dukungan terhadap
sanski iran  yang diperdebatkan. Saya kira banyak hal-hal yang lebih
mendasar yang bisa diajukan oleh anggota dpr tersebut, terutama
berbagai permasalahan didalam negri kita sendiri.jangam-jangan ini
hanya sebagai akal-akalan legislatif untuk menarik simpati dari rakyat.

--- In [email protected], Awang BinSaS
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Lhooohh... belom2 kok sdh takut dibantai dan dipojokkan..??
> Berarti Presiden takut untuk beradu argumen dengan DPR dong kalo
takut berdebat....
> Apa yang harus ditakuti presiden kalo dia yakin dengan
keputusannya...???
> Kenapa presiden yg seorang jendral, doktor, takut berargumen..??
> Kenapa minder..??
> Bukankah dengan kapasitas SBY seperti itu lebih dr cukup untuk
mempertahankan pendapatnya..??
>
> Lhhoo...masalah Iran juga penting karena menyangkut poilitik luar
negeri Indonesia. Ini menyangkut wibawa Indonesia. Jangan cuma SENDIKO
DHAWUH dengan Amerika. Malu dong kita negara besar gak punya sikap
tegas dan pendirian yang independen.
> Masak sih kita hanya bisa mem-beo negara lain..
>
> Tentang sikap negara-negara Arab sendiri tidak peduli, bukan berarti
kita harus juga bersikap demikian. Kita tidak usah meniru sikap mereka
yang tidak mau membela yang benar. Sikap negara-negara Arab itu sikap
penakut juga karena para pejabatnya hanya ingin cari selamat saja.
> Sikap-sikap seperti ini bukan sikap negara yang berwibawa.
>
> SALAM
> =======

Kirim email ke