Sebenarnya bibit unggul itu sudah ada diindonesia tapi produsennya pada takut bersaing tinggal pengembangannya saja.
--- In [email protected], Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Di Kompas hari ini ada dua tulisan ttg pertnaian di hal 17 , berjudul > komoditas pertanian tergantung bibit impor dan dihalaman 21 berjudul 21 > perlu gerakan revolusioner. > > Sedikit komentar. > > banyak analisa aneh tapi nyata di tulisan itu , misalnya : > > "tidak adanya kompetisi antara produsen utk memproduksi benih unggul dgn > kwalitas baik " > > > > Sikap mental spt ini, dimana oreintasi nyabukan membuat prioduk yg bagus > lalu dapat untung bagus, memang jadi penyebab tidak majunya Indonesia. > Yg trejadi katanya "saling menjatuhkan harga utk merebut pasar " > yg tentunya outputnya adalah benih palsu yg murah yang pada akhirnya > membuat produk nya tak berkwlaitas dan mahal.. > > Katanya pelru waktu utk membangkitkan lagi industri benih.. Mentrei memberi > waktu dua tahun, agar bisa bangkit, wementra pengusahanya minta lebih lama > > Menurut saya, sebaikny apara produsen bibit, memastikan kemampuannya, > katakanlah misalny 4 tahun, lalu dalam 4 tahun, impoir aja benih bermutu dr > luan negrei, dan bertahap dikurangi .. sehingga 4 tahun lagi semua di > produksi dalam negeri. > > Tapi saat ini... biar aja impor benih drai pada impor barang jadinya.. > > ditulisan yang staunya.. diberi jalan keluar utk memperbaiki budi daya > hortikultur, yang sata ini nyatanya terpuruk karena banyak nya buah dan > sayur impor. Jalan keluarnya salah satu berikan petani bibit bagus yang gratis. > > Menurut saya seandianya, pajak yang diperoleh dari impor buah/sayur , > dikembalikan kepada petani sayur dan buah dalam bentuk bibit bagus gratis, > baik hasil dalam negeri maupun impor.., insya Allah, petani hortikultur > kita bisa maju.. > > Kapan ya.. bisa dilakukan bahwa setiap impor hasil pertanian.. pajaknya > bisa digunakan untuk membangun industri dalam negeri dibidang itu... , > pajak impor daging utk membangun industri dgaing, pajak impor buah utk > menolong memajukan petani buah dstnya.. > > Sementara itu orientasi pengusaha kita harus diubah..bukan meminta jaminan > harga utk produk dalam negeri, tapi bagaimana memproduksi dengan biaya yang > sama atau lebih rendah dengan biaya produksi di luar negeri . sehingga bisa > bersaing harga..tapi tetap untung Dan bahwa adanya fluktuasi harga di > pertanian adalah hal biasa. Durian monthong Thailand juga harganya bisa > bervariasi harga antara Rp.8.000 pe rkg sampai Rp.25.000 per kg di pasar > kita . tergantung lagi musim atau tidak. > > Jadi bahkan jika harga lagi rendah pun masih untung karena volume panennya > banyak.. > > > Salam > > Hnaiwar > > > > > Haniwar > http://haniwar.blogspot.com/ >
