Ada adagium yang sudah menjadi sangat universal yang berbunyi:" Tulang Punggung Bangsa adalah Wanita". Jika baik wanitanya maka akan dijamin bahwa akan baik pula kualitasdan integritas bangsa tersebut. Tidak mengherankan ketika penulis kondang Barbara Cartland mengatakan bahwa :" Pria yang terbaik di dunia ini adalah pria Inggris!" Ketika ditanya mengapa orang Inggris,bukan Amerika atau Perancis. Jawabannya adalah :"karena ibu mereka (wanita Inggris sic) yang mendidik menjadi pria baik. Tentu kita bisa berdebat tentang masalah ini karena Barbara Cartland adalah orang Inggris. Tapi lepas dari semua itu yang saya ingin sampaikan adalah betapa penting dan strategisnya perempuan bagi sebuah bangsa. Lalu sekarang ada 3 tiga wartawan permpuan dan satu ibu rumah tangga perempuan yang ditangkap ketika berjudi. Menutut saya berita ini tidak kalah hebat dibandingkan dengan terbunuhnya warga Alas Tlogo Grati Pasuruan karena koflik tanah dengan pihak TNI AL (Marinir). Peristiwa ini adalah puncak gunung es dari phenomena kebobrokan mental dan moral bangsa. Saya yakin para penjudi lumayan terdidik untuk ukuran Indonesia dan menilik usia mereka tentulah tergolong ibu ibu dari balita -> remaja. Kalau sudah demikian apalah artinya pengajaran budi pekerti yang sekarang lagi diperdebatkan. Generasi muda menuntut contoh dari generasi bapak dan ibu mereka| Bukan sekedar harus menghapal konsep budi pekerti dan konsep ahlaq yang mulia dari agama. Fakta Non Verba. Salam Tjuk Kasturi Sukiadi
ida mawardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: daku benar2 salut pada keempat perempuan ini, terutama terhadap tiga pewarta perempuan tersebut. Ini terlepas dari pekerjaannya mereka yang selalu memberitakan, menjadi diberitakan. Hebat. selama ini (menurut berita) yang gemar bermain judi adalah pria. Ternyata perempuan pun bisa melakukannya. Artinya, persamaan hak antara perempuan dan pria benar-benar nyata. Bukankah setiap warga negara mempunyai kesempatan dan hak yang sama di mata hukum dan di berbagai aspek kehidupan. Dan, ini dijamin oleh UU. Jadi, empat perempuan tersebut pun mempunyai kewajiban yang sama dengan pria untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
