Bangsa Indonesia tidak boleh melupakan sejarah. Tetapi pembuat
sejarah tidak lepas nilai-nilai yang dipegangnya. Sejarah ditulis
oleh sejarahwan, penulisan pesanan kekuasaan, atau tulisan sejarah
titipan pelaku sejarah. Isi sejarah tidak lepas dari pergantian
kekuasaan secara sah atau tidak sah. Biografi Soekarno yang obyektif
menurut saya adalah penulis wartawati dari Australia. Yang masih
terekam di ingatn saya waktu Soekarno di Bandung ada bondon/wts jadi
mata-mata dan punya penyakit  kelaminnya ditularkan kepada tentara
Belanda yang jajan di Saritem. Mengapa sejarah Indonesia Perempuan
WTS tidak ada menjadi pahlawan. Pahlawan Indonesia terlalu banyak
yang memanggul senjata/militer.
salam
yudi
--- In [email protected], "Maria Margaretta
Vivijanti" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Wah, baru tahu dan baru denger nih. Menurut saya kemungkinan
> terbesarnya Bung karno tidak baca yang versi bahasa Indonesia.
> Ngomongin sejarah Indonesia itu ternyata ruwet juga ya?!
>
> Salam,
> Retty

Kirim email ke