Mas Patrick, Asal usul diskusi ini kan karena Anda bilang Indonesia cuma beda- beda tipis sama negara Afrika sub-sahara. Saya bantah dengan data. Kok sekarang melebar ke Vietnam dan Asia Tenggara? Terus yang bilang saya puas dengan medium level siapa?
Saya bisa saja melayani diskusi soal Vietnam dan Asia Tenggara. Tapi ini cerita lain lagi; sudut pandangnya lain lagi. Yang dari seminggu yang lalu saya tidak setuju adalah semua orang yang main mengamini saja bahwa Indonesia itu selevel dengan negara-negara Afrika sub- Sahara. Andi --- In [email protected], "Patrick" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pakkk Si-Andi Yg Terkasih.. > > Hehe..trimakasih atas penuturannya yahh.. > Bila kita mau berbesar hati utk menilik lebih jauh predikat pencapaian > HDI Indonesia sbg "medium-level of HDI", kita harus bisa mengakui > ternyata, "Indonesia the Beautiful" ini tidak berbeda jauh dgn > negara-negara di kawasan Sub-Sahara Afrika yg berpredikat "low- level > of HDI"...Kalau kita PUAS dgn predikat "medium-level of HDI", berarti > kita dalam MASALAH BESAR!! Kalau memang Indonesia sekarang MASIH > berpredikat "medium-level", berarti kita masih tidak jauh-jauh amat > dgn negara-negara Sub-Sahara Afrika! Wong bedanya cmn satu level kok! > Berarti tidak jauh-jauh amat khn??? > > Kalau memang "Indonesia the Beautiful" telah berpredikat "HIGH- LEVEL > OF HDI", BARUUUUUU kita menyatakan, Indonesia berbeda jauh dgn > negara-negara Sub-Sahara Afrika, karena bedanya 2 level! Iya toh?? > > Mari kita bandingkan pencapaian HDI kita dgn VIETNAM!! > Beberapa tahun terakhir ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Vietnam > melampaui Indonesia (dalam Kompas, 30/5/2007, "Berbagai Tantangan, > Berbagai Upaya", Maria Hartiningsih)... > > Kita tilik lebih jauh lagi, apa sih artinya pencapaian Indonesia yg > berpredikat "middle-level of HDI" itu? Indonesia memegang urutan 110 > dari 171 negara yg disurvei UNDP dalam HDR tahun 2005. Apa artinya > urutan 110 itu? Artinya, angka kematian ibu di Indonesia masih > tertinggi di Asia Tenggara, yaitu: 307 per 100.000 kelahiran hidup. > Angka partisipasi sekolah menengah pertama dalam kelompok masyarakat > berpendapatan terendah hanya mencapai 70% dari angka nasional yang > mencapai 81%. Akses masyarakat miskin kepada air bersih masih sangat > rendah, yaitu 52 persen, dan 44% lainnya tanpa sanitasi yang layak. > Semua ini membuat HDI Indonesia berada di urutan 110 dari 171 negara > (Kompas, 30/5/2007).....Bayangkan Pak Andi, di negeri "Indonesia the > Beautiful" yg kita tinggali ini, angka-angka rendahnya taraf hidup > masyarakat menjadi suatu keniscayaan, setidaknya menurut UNDP!! > > Salam, > > > Patrick Hutapea > > > > > > > --- In [email protected], "si_andi" <si_andi@> > wrote: > > > > Dari 190-an negara yang diranking HDI-nya, Indonesia berada di > > urutan 110-an. Negara-negara Afrika Sub-Sahara adanya di ranking 170- > > an ke bawah dari 190 negara. Kita levelnya medium HDI. Afrika Sub- > > sahara itu low HDI. Kira-kira kalau satu kelas isinya 40 orang, kita > > ranking 24, negara Afrika itu ranking 40. Tidak ada dekat- dekatnya > > sama sekali. > > > > Soal kemiskinan juga begitu. Orang Indonesia yang hidup dengan $1 > > sehari sekitar 7.5%. Jauh dibandingkan Angola atau Mozambik yang di > > atas 50%. Beda-beda tipis dari mananya? > > > > Jebakan utang Anda bilang? Utang luar negeri Indonesia saat ini di > > bawah 40% GDP. Termasuk yang paling rendah di ASEAN. > > > > Apakah Indonesia sudah keluar dari "kungkungan" IMF? Utang kita ke > > IMF sudah lunas. Sekarang kita anggota yang membayar iuran. Artinya > > uang kita yang sedang diutangkan ke orang lain. > > > > Apakah Indonesia termasuk negara "dunia ketiga"? Negara "dunia > > ketiga" itu cuma ungkapan sisa perang dingin yang artinya bukan blok > > barat dan bukan blok timur. Dalam soal pendapatan ada yang namanya > > negara miskin (low income) ada yang berpendapatan menengah (middle > > income) ada yang tinggi. Indonesia termasuk negara berpendapatan > > menengah. Silakan cek situs badan-badan PBB yang Anda kutip itu. > > > > Mengeluh itu pekerjaan mudah; tapi butuh jiwa besar untuk mengakui > > bahwa selama 60 tahun merdeka banyak juga hal-hal yang baik dan > > benar yang dilakukan para pendahulu kita. > > > > Andi >
