Terima kasih untuk sharing pengalaman nya. Berarti "trick-trick" seperti yang
anda ceritakan makin banyak terjadi, ya? Karena pada bulan April yang lalu
kawan perempuan saya yang sedang nyupir dalam perjalanan nya ke kantor dari
daerah Pasar Minggu ke daerah Pejaten, juga tertipu dengan akal serupa. Dia
turun untuk melihat ban-nya, dan tas dia sudah hilang sewaktu dia tahu bahwa
tidak ada ban yang kempes. Padahal semua dokumen dan kartu-kartu Bank ada
didalam tas tersebut.
Dan yang lucunya, pencoleng nya menilpun kerumah dan mengatakan akan
menegmbalikan tas dan semua isi-isinya, HP dsb. Berarti dia akan merencanakan
suatu penipuan lain, kali ya? Kalau sudah masuk rumah, hal-hal buruk lain nya
ada kemungkinan bisa terjadi. Untung nya tipu daya itu didiamkan saja sama
kawan saya, tidak diladeni.
Semoga kita selalu waspada dijalanan, lebih bagus dianggap jutek, dan cuek,
dari pada meladeni tipuan-tipuan yang berbahaya. Jika akan berhenti apalagi
dimalam hari, lebih bagus memilih tempat yang aman, tempat yang ada satpam yang
sedang jaga, ataupun dideretan toko-toko yang sedang buka.
salam,
Yuli
Nicko Gardono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kejahatan jaman sekarang sangat kreatif, aku mau sharingkan
pengalamanku yang nyaris menjadi korban kejahatan di jalan raya. Kejadiannya
terjadi hari ini di jalan Antasari, Jakarta Selatan.....ini adalah ruteku
setiap pagi menuju ke kantor di bilangan wijaya. Pagi ini aku menyetir sendiri
(tampaknya penjahat mengincar pengemudi yang sendirian)...dimulai dengan
ketokan di jendela oleh pengendara motor saat mobil berjalan pelan karena macet
(15km/jam) dan meneriaki bahwa ban ku kempes....tapi aku cuekin karena aku rasa
kempesnya tidak akan parah, suspensi yang rasakan masih cukup baik. lalu lewat
pengendara motor ke dua yang meneriaki hal yang sama..aku masih terus
berjalan...lewat lagi pengendara motor ke tiga dan keempat yang meneriaki hal
yang sama. Aku mulai ragu untuk melihat apa sih yang terjadi dengan ban ku lalu
aku minggirin mobilku di depan warung roti unyil sebelum tempat cuci mobil
otomatis di Jl Antasari itu (sebelum lampu merah). Tepat saat aku membuka
kunci
untuk membuka pintu, sudah ada pengendara motor di belakang mobilku yang
mengatakan pelek mobil mau lepas, nah dari situ perasaanku sudah tidak enak,
dengan cepat aku melihat ke sisi mobilku yang lain tampak ada seorang pengendar
motor yang lain berusaha membuka pintu untuk mengambil laptopku yang aku taruh
di kursi belakang...segera aku berlari ke sisi itu untuk memastikan apa yang
terjadi orang itu sudah lari dengan motornya. Aku menyadari bahwa aku adalah
korban kejahatan maka aku berusaha menangkap pengendara motor yang tadi
mengajak ngobrol krn pelek mau lepas, dia sudah tidak ada. Syukurlah tidak ada
barang2 yang diambil meskipun pintu mobil samping sudah terbuka......
Dari situ aku menyimpulkan bahwa gerombolan ini mengincar pengendara mobil yang
sedang sendirian karena pasti tidak ada yang menjaga sisi mobil yang satunya
jika kita turun dari mobil...dan mereka berjumlah minimal 6 motor (4 motor
bertugas mengingatkan bahwa mobil kempes, satu lagi berusaha mengajak ngobrol
ketika kita turun dan satu lagi bertugas untuk membuka pintu dan mengambil
barang. Dari 6 motor tersebut 4 motor pengendaranya bergoncengan jadi total
pelakunya berjumlah 10 orang....gila !!, :sebuah skenario yang rapi dan
tampaknya teroganisir dengan baik...jadi waspadalah jika sendirian, usahakan
jangan langsung berhenti di pinggir jalan tapi jika terpaksa segera masuklah ke
parkiran sehingga orang tidak leluasa untuk lari dan mereka akan berpikir
seribu kali untuk mengambil barang berharga anda.
Salam,
Nicko Gardono