Setuju bung Radityo,

  Orang yang menggunakan judul ini kemungkinan besar: Power Oriented.
  Regenerasi kepemimpin memang diperlukan agar elemen elemen Orba tidak lagi 
berada di ring satu kepemimpinan negara. Munculnya orang orang muda patut 
disambut baik.

  Namun merekapun perlu menunjukkan bahwa mereka berbeda dengan generasi 
sebelumnya dalam melihat kekuasaan. Judul diskusi yang sangat Power Oriented 
semoga tidak menjadi cermin dari suatu paradigma yang melihat Kekuasaan sebagai 
Tujuan.
  Dengan pemahaman Kekuasaan Sebagai Tujuan: apapun akan dilakukan untuk 
mencapai tujuan tersebut dan apappun akan dilakukan untuk mempertahankannya, 
jika kekuasaan itu  sudah ditangan. Menempatkan citra sebagai prioritas adalah 
eviden dari paradigma ini.
  Sebaliknya pemahaman bahwa Kekuasaan sebagai instrumen dari suatu tujuan lain 
yang lebih luhur, akan menyebabkan adanya batasan-batasan moral, etika dan 
bahkan hukum dari berbagai upaya untuk mencapainya. Pling tidak segalah jalan 
dan upaya yang kontraproduktif terhadap tujuan mulia itu akan dihindari. Dan 
setelah memilikinya, yang terpenting adalah kerja keras untuk merealisasikan 
tujuan dan bukan untuk mempertahankan kekuasaannya.

  Sukarno pernah mengatakan harus dibedakan atas dua: machtformig dan 
machtanwendig, pembentukan kekuasaan dan penggunaan (aplikasi) kekuasaan. Kita 
rasanya cukup canggih dengan yang pertama sebagai yang juga ditunjukan secara 
positip dengan suksesnya Pemilu kemarin dan secara negatip dengan berbagai 
praktek kotor di Pilkada namun pasti masih amburadul dengan yang kedua.

  Quo Vadis, orang orang muda ? Semoga tidak Power Oriented namun People 
Oriented dan Power ist just intrument for it.

  Salam, Irry.

radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Buat saya, tua muda sama saja. Yang penting jujur, cakap, pintar, 
berwibawa, tidak oportunis, sopan, demokrat sejati, tidak sektarian, tidak 
puritan, anti poligami, berjiwa seni, paham budaya Nusantara warisan nenek 
moyang kita dll..

Saya juga ngeri dengan istilah "berkuasa"...
Menguasai siapa? Menguasai negeri ini?
Sungguh istilah yang menyeramkan...


Akan lebih tepat diskusi publik bertajuk:
"Saatnya kaum muda menjadi pemimpin"

Makna pemimpin kan luas, bisa saja dia jadi tokoh di LSM, menjadi ketua RT/RW 
dan seterusnya

Tak musti jadi Presiden bukan?

Kirim email ke