Secara logika dan teori, mungkin opini anda benar. Poligami lebih baik daripada berzina, mungkin anggapan sebagian orang juga benar, tapi berpoligami dengan menyakiti hati istri pertama yg menurut pengakuannya tersakiti lahir bathin, bagaimana menurut anda ? Seandainya anda berada di posisi sebagai Halimah, apakah anda akan setuju dan diam saja lalu nrimo setelah ketahuan, bahwa suami anda berpoligami yang didahului dengan perselingkuhan ? Apapun alasan orang berpoligami apabila didahului dengan kebohongan, adalah salah menurut saya. Cinta bisa datang atau bisa kita rasakan kapan saja menurut anda, saya sependapat. Tapi kita manusia yg banyak diberi kelebihan oleh Allah SWT dari makhluk lainnya dimuka bumi ini, seharusnya dapat memposisikan rasa cinta itu sesuai jalurnya, tidak asal tabrak dengan menghalalkan segala cara, termasuk merebut suami orang. Saya katakan merebut, karna si istri kedua bahkan se Indonesia juga tahu bahwa si laki2 adalah sudah beristri bahkan beranak 3. Dengan opini saya ini, saya tegaskan, saya tidak menyalahkan pihak manapun maupun sebaliknya, alangkah baiknya kita sebagai wanita, menghindari dari godaan / menggoda pria beristri.
Salam Rizka ----- Original Message ----- From: reni renata To: [email protected] ; FPK Kompas Cc: Perempuan ; Rumahkitabersama Sent: Monday, June 18, 2007 11:58 AM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Perempuan penggoda??? Banyak faktor yang menyebabkan seorang wanita tidak menikah. Kalaupun jumlah lelaki jauh lebih banyak dari wanita, mungkin saja ada wanita yang tidak menikah. Menikah itu bukan karena satu lelaki dan satu wanita bertemu terus pasti menikah. Faktor kesesuaian berperan penting. Tapi yang perlu disadari cita-cita ideal seorang wanita atau lelaki adalah hidup berumah tangga ya gak? Kalau kenyataannya ada wanita yang tidak menikah ya mungkin salah satunya seandainya jumlah wanita lebih banyak dari laki-laki dan semua lelaki tidak mau beristri lebih dari satu.(ini hanya salah satu faktor). Ini hanya logika saja. Saya belum survey di kampus lain selain kampus saya, mungkin saja berbeda komposisinya. Kita berfikir positive saja seandainya ada pria baik-baik dengan tujuan yang mulia mengawini perempuan ebih dari satu dan lelaki itu memng mampu untuk membahagiakan kedua istrinya saya setuju saja. Nenek kawan saya adalah istri pertama dari dua istri yang hidup berbahagia sampai akhir hayat bertiga dengan suaminya. Jadi tergantung kitanya mau bagaiman. Kenyataanya sekarang banyak perselingkuhan dilakukan oleh suami apakah anda lebih menghalalkan perselingkuhan dari pada poligami? Menurut saya Bambang dan Mayang itu saling mencintai dan mereka mewujudkan dalam sebuah perkawinan. Apa salahnya? dari pada berzina? yang namanya cinta datang kapan saja di usia tua ataupun muda... kepada siapa cinta itu mau dijatuhkan.... apakah kita mampu mengungkung gejolak hati seseorang? Salam Ibu reni
