Tega banget , ada orang nyumbang lalu diselidiki asal usul dananya.

Apa lagi jika orang tersebut tidak dikenal korup

Dalam kasus Rokhmin, misalnya, dia tidak dikenal korup senbelum 
masalahDKPini diangkat ke pengadilan.

Sbg ornag lingkungan IPN mislanya, saya nggak pernah macam macam ttg 
rokhmin, beda misalnya , saya dnegar macam macam ttg Soleh Solahuddin. Ynag 
kednegaran macam macam aja belumtentu korup..


Ah sudah lah jangan kejauhan..

Yang pasti kalau Amin Rais salah karena, batas penerimaan sumbangan 
kampanye perorangan adalah 100 juta, sementara juga ada larangan menerima 
sumbangan dari instansi pemerintah.

Jadi soal sumbangan ke para calon Presiden, itu bukan utama terletak pada 
korupsi DKP tapi pada pelanggaran UU ttg sumbangan utk kampanye.


Soal korupsi dilarang semua juga tahu.. soal  orang jangan terima sumbangan 
kalau hasil korupsi.., ya kalau kita tahu itu korupsi betul juga..

Tapi bayangkan anda .. jadi ketua RT lalu anda mungut sumbangaa 17 an... 
tega nggak nanyain warga apa uang sumbangan itu halal..

Salam

Haniwar

At 06:09 PM 6/18/2007, you wrote:
>Saya nggak
>habis mengerti kenapa ada orang yang menganggap si
>penerima sumbangan itu salah. Bukankah seharusnya dia
>menyanyakan uang sumbangan itu asalnya darimana?
>Salam.

Kirim email ke