Orang yang dapat memaafkan kesalahan seseorang adalah orang yang
baik, sedangkan yang dapat memaafkan dan melupakan kesalahan
seseoran adalah orang yang bijak, tetapi orang yang dapat memaafkan
dan melupakan kesalahan seseorang „sebelumnya" orang tsb minta maaf
adalah orang yang memiliki sifat illahi.

Mang Ucup – The Drunken Priest
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net
-------------------------------------------------------------------

Ungkapan Forgive, but not Forget, berlaku u/ ketiga  klassifikasi di 
atas. Bila maasih mengingat berarti kita masih jauh sebagai org 
baik, org bijak dan yang org yang beriman.
Tidak melupakan hanya berlaku buat kita untuk tidak melakukan hal 
yang sama.

rzain


--- In [email protected], tjuk kasturi sukiadi 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bung Kusmayanto Kadiman'
>   Setuju banget ungkapan yang anda kemukakan dan seharusnya 
diresapi oleh seluruh bangsa Indonesia: "FORGIVE BUT NOT FORGET!" 
termasuk kita perlakukan kepada para koruptor dan para komparador 
penjual negara dari yang kelas teri sampai kepada yang kelas hiu 
raksasa. Asalkan mereka sudah benar-2 bertobat. Kalau kedepan 
kehidupan berbangsa ini senantiasa dihantui oleh rasa dengki,benci 
dan saling bertikam untuk membalas dendam atas kejahatan para bandit 
dan perampok negeri dimasa lalu; tentu kita tidak akan pernah punya 
kesempatan yang "comfortable " untuk membenahi negeri ini. So 
Forgive! Tetapi kalau semua paraktek busuk masa lampau dengan semua 
akibatnya kepada bangsa ini juga harus dilupakan tentu kita tidak 
akan pernah belajar dari kesalahan dan tidak akan mampu memperbaiki 
diri, Tanpa perbaikan diri dari bangsa ini dalam semua aspek 
kehidupannya maka kita tidak akan mampu membangun hari ini yang 
lebih baik dari hari kemarin dan hari esok yang lebih baik dari hari 
ini.
> Jabat erat,
> KK
>


Kirim email ke