Salam,
Bukankah PT.KA sekarang sudah dipegang generasi baru yang SEHARUSNYA 
lebih baik dan hebat?KENYATAANNYA  bagaimana? Kalau gaji seorang 
Kepala Stasiun itu kecil sehingga mempengaruhi kinerjanya, apakah 
dia di DIGEBUGI kalau tidak mau jadi pegawai KA? Apakah tidak  lebih 
baik jadi penjual pecel lele yang mendapat keuntungan Rp50 ribu 
semalam?
Wasalam,
Wal Suparmo

--- In [email protected], bambang adhiono 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya kok kurang percaya kalau PT KAI penuh dengan oknum tidak 
bertanggung jawab, dulu Perumka....dulu lagi PJKA....doeloe nya 
PNKA...lebih doeloe lagi DKA......doeloenya SS, karena pada jaman 
ontran ontran dulu......perusahaan inilah yang paling bersih dan 
isinya orang yang paling bertanggung jawab.
>, 
> 
> Endiarto Wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Wah saya pikir sih otak orang Indonesia/ pegawai KA 
mampulah menangani Kereta Api saja. Banyak faktor lain yang membuat 
Perumka (d/h PJKA) jadi ruwet. Misalnya, cobalah Pak Wal tanya 
berapa gaji seorang Kepala Stasiun di distrik seperti Sumpiuh 
(Jateng) ataupun Peterongan (Jombang/ Jatim). Masalah gaji kan 
berpengaruh juga tuh Pak.
> 
>>


Kirim email ke