hehehe...... menanyai anaknya yg bawa sesuatu kan tidak berarti mencurigai, tapi bisa diartikan sbg wujud rasa sayang. tapi kalau yg dibawa pulang nilainya lebih dari uang sakunya masak gak ditanya? misalnya uang saku sehari hanya 20ribu yg biasanya untuk uang transport aja 10ribu. tau2 dia bawa pulang boneka yg cantik. kan bisa ditanya: wah bagus banget bonekanya.... dapet darimana? elegan, bukan? sambil menyelam minum air. apalagi kalau sang anak pulang bawa HP baru. masak dibiarin juga? siapa tau dia dititipin temennya, dan ternyata temennya itu yg nyolong. lama2 kan anak juga terlibat dunia colong menyolong.
tapi saya sangat kagum dg keyakinan sampeyan yg sangat yakin bahwa anaknya tidak akan pernah tersangkut dg hal2 buruk. sebuah keyakinan yg luar biasa, saya kira. di saat seorang mentri agama sekalipun terbelit kasus korupsi. selamat atas keyakinannya. yup, betapa sialnya orang tua dari kebanyakan anggota dpr, betapa sialnya orang tua dari para menteri dan pejabat negara lainnya. betapa sialnya orang tua dari para presiden dan mantan presiden kekekekeee...... tapi saya luar biasa salut dg keyakinan sampeyan, salam salute ----- Original Message ---- From: Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, June 20, 2007 12:09:41 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Gus Dur, Suka Dibohongi (Utk Bp.Haniwar Sharif) Pak Tri..memangnya selalu nanya , jika anaknya bawa sesuatu .. apakah itu hasil dr pencurian atau hal haram lainnya ?? Selamat deh kalau iya...dan kasihan deh anaknya di curigai terus.. Sungguh sial hidup ini ... kalau memang pernah ngalami anaknya mencuri..atau korupsi.. Yang jelas memang nggak pernah ada analogi yg sempurna.. itu pasti...smile Jadi jangan coba coba maksa analogi anda.. Prinsipnya selama nggak ada bukti yg mengarah seballikjnya ..lebih baik berprasangka baik..smile. . Haniwar
