Yang betul sebenarnya bagaimana ya?
Baru sepuluh hari yang lalu saya mendapat tawaran rekan untuk ikut serta
dalam lelang / tender untuk penelitian geoteknik berupa pemboran geoteknik
sehingga mencapai kedalaman plus-minus 300 m dari permukaan tanah.
Penelitian dimaksudkan untuk peletakan tapak rencana bangunan pltn di muria.
Mungkin ada rekan yang bisa menjelaskan kaitan antara lelang yang mungkin
sekarang baru berlangsung dengan pernyataan yang saya copy dari artikel di
bawah, sebab saya tangkap bahwa pernyataan tersebut dikeluarkan karena telah
dilakukannya penelitian detil potensi bencana yang melibatkan pula unsur
geoteknik didalamnya.
..............Lokasi
Adi Wardoyo mengemukakan, pemilihan Tanjung Muria sebagai lokasi PLTN
yang diharapkan bisa menghasilkan listrik hingga 7.000 megawatt sudah
memenuhi syarat pertapakan, termasuk keamanan tapak dari bencana
alam.....................................................................
Terimakasih atas pencerahannya,
salam,
csd
Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Batan Menilai Lokasi Tanjung Muria Sudah Tepat
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0706/21/humaniora/3622786.htm
========================
Jakarta, Kompas - Manfaat dan keamanan pembangkit listrik tenaga
nuklir atau PLTN yang akan dibangun di Semenanjung Muria, Jawa Tengah,
diragukan kalangan Dewan Perwakilan Rakyat dan masyarakat sekitar
lokasi. Mereka meminta pemerintah mengoptimalkan dulu sumber energi
lain dan tidak terburu-buru membangun PLTN di Pulau Jawa.
Hal ini mengemuka dalam diskusi tentang "Pembangunan PLTN Muria:
Memberikan Manfaat atau Mudharat?" yang diprakarsai oleh Fraksi Partai
Persatuan Pembangunan (FPPP) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta,
Rabu (20/6).
Diskusi menghadirkan Deputi Pengembangan Teknologi dan Energi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Adi Wardoyo, Ketua Masyarakat
Rekso Bumi (Marem) Lilo Sunaryo, dan Mantan Kepala Badan Pengawas
Tenaga Nuklir (Bapeten) Mohammad Ridwan.
"Kami masih ragu dengan kemampuan pemerintah menangani PLTN, karena
terbukti gagal menangani teknologi lain yang lebih sederhana seperti
kereta api, bus, hingga pesawat terbang. PLTN ini hanya akan membawa
bencana baru bagi masyarakat," kata Lilo, warga Muria.
Lokasi
Adi Wardoyo mengemukakan, pemilihan Tanjung Muria sebagai lokasi PLTN
yang diharapkan bisa menghasilkan listrik hingga 7.000 megawatt sudah
memenuhi syarat pertapakan, termasuk keamanan tapak dari bencana alam.
Sebagai penyedia pasokan energi yang optimal, pemanfaatan PLTN yang
bakal beroperasi komersial pada tahun 2016-an merupakan solusi yang tepat.
Direktur Pusat Pengembangan Energi Nuklir Batan A Saswiyana
mengatakan, di sekitar lokasi PLTN memang terdapat sesar, tetapi itu
sudah diperhitungkan dan tidak akan membahayakan. Sesar aktif yang
paling besar ada di Lasem, Kabupaten Rembang. Berdasarkan perhitungan
standar kecepatan tertinggi dari bergoyangnya tanah akibat gempa bumi
atau ground acceleration (gal), kecepatan sesar di Lasem berkisar
102-290 gal.
Mohammad Ridwan menjelaskan, selama 20 tahun sejak kecelakaan reaktor
nuklir Chernobyl, Rusia, jumlah PLTN di dunia justru bertambah dari
395 pada tahun 1986, menjadi 438 unit tahun 1996, dan 443 tahun 2006.
Di Eropa Barat memang terjadi penurunan jumlah dari 152 pada tahun
1986 menjadi 135 pada tahun 2006. Penurunan terjadinya karena
dimatikannya 38 PLTN (daya kecil dan tua) diganti dengan 21 PLTN baru
dan daya besar. Namun, di Amerika Serikat, Asia, dan Eropa Timur
terjadi peningkatan pesat. (AIK)
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.
[Non-text portions of this message have been removed]