Meminjam istilah Alm. Benyamin Suaeb.
Inilah mereka, preman-preman jalanan biang kerok kekerasan sesungguhnya.

------------------------
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/24/utama/3627913.htm
------------------------

*Minggu, 24 Juni 2007 *

 ANARKISME

Tentara Menyerang Markas Polsek Polewali


Makassar, Kompas - Sekitar 20 anggota Batalyon 721 Makkasau, Polewali
Mandar, Sulawesi Barat, Sabtu (23/6) pagi, menyerang Markas Kepolisian
Sektor Polewali. Dua polisi terluka karena lemparan batu dan aksi
pengeroyokan, sementara seorang petugas lembaga pemasyarakatan, yang
melintas di depan markas Batalyon 721, menjadi korban salah sasaran.
Ketiganya sempat dirawat di Rumah Sakit Daerah Polewali.


Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Anggota TNI tidak berseragam
berjumlah 10-20 orang menyerang Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Polewali,
Polewali Mandar (Polman), dengan lemparan batu. Mereka mendatangi Markas
Polsek Polewali dengan membawa parang, badik, dan kayu guna mencari anggota
polisi.


Akibat lemparan batu, kaca- kaca jendela di Markas Polsek Polewali pecah,
termasuk kaca- kaca jendela rumah jabatan Kepala Polsek Polewali yang berada
di belakang markas polsek. Sebuah sepeda motor yang berada di sekitar markas
polsek menjadi sasaran kemarahan anggota TNI. Iptu Aris Munandar, yang
berusaha menyelamatkan diri, terkena lemparan batu di kepala bagian kanan
atas.


Para anggota TNI tersebut menyisir BTN Kopte yang banyak dihuni anggota
polisi. Di sana, Brigadir Dua Abbas menjadi korban pengeroyokan.


Kepala Kepolisian Resor (Polres) Polman Andi Pattawari, yang dihubungi di
Polman Sabtu sore, menjelaskan, sejauh ini belum diketahui motif penyerangan
itu. "Polres bersama jajaran muspida, Komandan Resimen, Komandan Distrik
Militer, dan POM menggelar pertemuan, menindaklanjuti peristiwa itu,"
katanya.


Komandan Distrik Militer 1402 Letnan Kolonel Ahmad Riad menjelaskan,
pihaknya akan menindak tegas anggota TNI yang terlibat penyerangan itu.
Namun, Ahmad mengatakan belum diketahui siapa-siapa saja anggota Batalyon
721 yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Ia menjamin pelakunya akan
diusut tuntas dan akan mendapat sanksi. (DOE)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke