DPR itu kan lembaga yg mengurusi isu2 seksi dan panas demi
kepentingan tertentu mas... mana mau mereka kerja demi rakyat.
Interpelasi aja demi rakyat Iran, bukan?
Begitu diprotes baru deh berubah soal lumpur lapindo...

Begitu jg isu PLTN, saya rasa DPR justru berharap agar para
calon2 investor dan pemegang proyek PLTN mendekati mereka
demi transferan rekening siluman....

Balik ke soal teroris, saya rasa ada dua hal yg perlu diperangi
oleh pemerintah berdaulat, yakni jihad keras ala Dujana dan jihad
halus ala ABB, dalam arti pembelokan pikiran masyarakat dgn label
agama utk pembenaran tindakan ala Dujana....

Kepiye jal solusine?

salam,
totot

----- Original Message -----
From: "Budi Dharma" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, June 25, 2007 5:34 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] TPM : pengacara, pembela, atau provokator ?



  TPM, yang biasanya disebut banyak media sich, itu singkatan dari “tim
pembela muslim”. Cuma yang muncul ke public ternyata hanya “muslim” tertentu
saja yang dibela ( secara hukum tentunya ), yakni tersangka/terdakwa kasus
terorisme dan ustad Abu Bakar Ba’asyir. Selain itu, maaf2 aza buat umat
“muslim” yang lain kayak korban lumpur Lapindo, rakyat Aceh vs GAM dulu,
atau korban2 TKW yang berjatuhan di Malaysia dan negara2 Arab, nggak ada
tuch kabar para rakyat kecil itu dibela mati-matian.

  Mengherankan, mengapa setiap ada kasus teroris tersebut itu ditangkap eh
yang muncul ini para “provokator” dari TPM ini ? Mengapa disebut
 “provokator” karena mereka cukup berhasil membuat bingung aparat keamanan
dan wartawan. Setidaknya dalam contoh kasus terakhir mengenai kisah
penangkapan Abu Dujana. Sang anak dan istri yang hanya kelihatan matanya
doank pas acara “kumpul” di DPR bisa menuding proses penangkapan si Abu ini
melanggar HAM. Sebelnya lagi DPR manut2 aja, sedangkan korban lumpur mau
ketemu wakil rakyatnya aza hanya dikasih izin demo di luar pagar.




Kirim email ke