Setuju sekali dengan pandangan dibawah ini. Dari awal, sejak keberhasilan 
polisi diutak-atik masalah pelanggaran HAM, saya terus terang kasihan dengan 
polisi. Gak ketangkep-tangkep, dibilang bego. Begitu ketangkep, dibilang salah 
prosedur. Padahal, tersangka sendiri sudah jujur menceritakan hal yang 
dialaminya...
   
  Masyarakat yang memang sudah punya negatif thinking pada polisi, akan semakin 
memojokkan polisi. Obyektifitas keberhasilan ini menjadi tidak ada 
artinya....poor you...
   
  Apa mungkin malah pengacara TPM itu merupakan didikan jaringan ini dengan 
menempatkan anggota2 terdidik sebagai pembela? wuihhh...terlalu jauh mungkin 
prasangka ini...tapi logis juga berpikir kesana melihat mereka begitu getol 
dalam membela...
   
  salam,
   
  

Totot <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Jawaban ada di bawah postingan pak Martin :-)

----- Original Message -----
From: "Martin Widjaja" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: TPM : pengacara, pembela, atau
provokator ?

> Mas Totot,
> Luar biasa sekali Kel P Abu Durjana bisa LANGSUNG
> bicara di depan anggauta2 yg terhormat itu , dalam waktu
> yg sangat singkat , di ekspose manggut2 nya
> Lengkap dah DPR kita memang peka akan soal kepentingan
> rakyat tertindas [ walau labelnya teroris , berani ambil resiko...]

=# benar, yg demo soal nasibnya di lapindo sampe nangis darah juga
gak bisa ketemu langsung... giliran yg ginian, sampe ngundang2 wartawan!
Peka akan kepentingan 'rakyat' yg mana sih??? Prihatin banget saya....
Emang boleh ya DPR ikut2an delik hukum seperti ini?? Kan bisa para
anggota DPR itu bilang: ceritakan semuanya nanti di pengadilan!

> Yang seru lagi , kalau saya perhatikan sepintas, yg sangat di
> ekspose adalah penembakan AD yg SUDAH NYERAH, JONGKOK
> di depan anak2 nya. Sungguh lancar sekali anak umur 9 tahun
> berbicara did depan mikropon TV, DPR dll , artinya sdh kelihatan
> sekali mutu kwalitas anak itu kelak...
> Padahal ketika saya nyimak wawancara SCTV dengan P Abu Durjana
> jelas, terjadi pergumulan satu lawan satu, si P AD yg kabarnya lulusan
> terbaik di akademi militer afghan , dengan bangga mengatakan nggak
> mau nyerah begitu saja...ada tembakan peringatan, dan kemudian terjadi
> penembakan di pahanya itu [ bukan yg mematikan .]

=# Saya juga melihat wawancara Abu Dujana ini pak, dan dia sendiri bilang:
"saya ndak akan menyerah gitu saja karena saya ini pejuang... saya melakukan
perlawanan krn saya tadinya tidak tahu kalau mereka aparat... saya melawan
dan mereka akhirnya menembak kaki saya agar saya tidak melawan lagi...
istri dan anak2 saya melihat dari kejauhan..krn sudah gelap jadi tidak
jelas..."
Lha faktanya si tersangka saja bilang gini, tapi kenapa kok anak, istri, dan
para 'pahlawan' TPM itu malah memaparkan fakta sebaliknya? Didengerin DPR
lagi... emang boleh ya tebar pesona di luar sidang pengadilan???
Udah gitu diliput media byk banget tanpa ada filtrasi berita... yg gak tau
apa2 kan jadi ikutan emosi, ikutan panas, dan ikutan demo tuh!

> Cara sang istri ngadu kemana2 dengan panduan TPM , juga sangat hebat,
> profesional, sungguh bikin hati melas bagi yg nggak tahu urusan ...
> Kata2nya yg menyebut sang suami hanyalah pedagang biasa , nggak tahu
> soal teroris dll saya usulkan diuji dengan alat deteksi bohong
> [ buatan kafir sih ] , hingga beliauwati itu bisa dijerat menyembunyikan
> buronan kakap dan ngerasain berlakunya hukum yg sebenarnya.

=# Saya setuju, sang istri dan anak seharusnya dihukum krn menyebarkan
fitnah dan kebohongan publik.... hukum harus ditegakkan tanpa kecuali.
Termasuk anggota DPR yg ikut2an dengerin, harus dijadikan saksi.

> Saya nggak tahu hukumnya bagi pengacara yg mengada2 dalam cari
> popularitas , bikin tuntutasn praperadilan dll dengan alasan2 yg dicari2
> Rasanya mestinya harus ada kalau terlalu mengada2 begitu, sang pengacara
> juga harus dapat tuntutan.
> [Saya juga ingat Pengacara Elsya Syarif yg jelas terbukti nyogok hakim
agung
> dalam perkara P Tommy Suharto ternyata nggak ada tuntutan apa2 , padahal
> ybs udah ketakutan setengah mati , akan nemennin si Bontot itu di
penjara..]

=# Kalau soal ini saya gak tau pak, ditransferin berapa tuh kejaksaan shg
Elsa
malah skr bisa hahahihi lagi ngebela artis2 kita... Kalau soal pengacara,
saya
sendiri heran, knp skr pengacara malah bangga kalau diwawancara media ya?
Yg saya tahu malah kasus2 yg benar2 diperjuangkan dan ditangani biasanya
akan ditutup rapat2 utk menghindari pembelokan fakta, eh lha kok ini malah
keliatan emosi bgt ngebelain mati2an pas diwawancara.... ada komentar
dari pengacara yg mungkin jd anggota milis ini?

> Mas Totot, iklim sekarang memang sedang berpihak pada aliran P ABB itu
> makanya boro2 dia nyelem, malahan berkibar2 dikejar2 wartawan dan
> ahli2 asing maupun petinggi di tanah air, mulai dr BI sampai istana di Jkt
...
> Kayaknya susah menggolongkannya sbg teroris halus Mas, dan nggak
> akan terjadi...

=# Kalau bicara bahwa teroris itu tak akan mati ideologinya, salah satu
pejuang ideologi ini saya pikir ya si ABB ini pak. Beliau diundang
berkeliling
kemana2 utk ceramah sekarang ini. Berarti ideologinya makin mengakar dan
menyebar bukan? Pernah lihat tayangan TV pas ABB ini dibebaskan pak?
Di pesantren Ngruki dilakukan upacara penyambutan, dgn atribut santrinya
macam para pejuang intifadah lho... pake sorban nutupin muka segala...
Padahal rata2 masih anak2 ABG yg belum tahu apa-apa... lagi2 prihatin pak...
Lalu kemana dan ngapain aja ya pemerintah kita ini??? Sibuk tebar pesona,
akting nangis, dan koalisi???

salam prihatin sangat,
totot

Kirim email ke