Kalo gitu kita ganti jadi LULA aja. Sama-sama cantik namanya. Menamai bencana
dengan nama manusia ini memang bisa berujung ganda: di satu pihak dia
kedengaran jadi "manusiawi" (seperti juga hurricane Andrew, topan Katrina, dll)
hingga tak terlalu menakutkan. Di pihak lain, dia bisa menjadi penghalusan
terhadap bencana, dan ini bisa mengikis rasa solidaritas kita terhadap korban
(apalagi kalo bencananya buatan manusia).
Jadi, saya usul namanya disebut: BENALU LAPINDO, yang merupakan kependekan
dari Bencana Lumpur LAPINDO. KIta tetap diingatkan bahwa ini adalah sebuah
bencana (tanpa penghalusan--apalagi namanya benalu), sekaligus juga ketauan
siapa biang keroknya.
manneke
Ignas Iryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Masalah ini adalah masalah LUMPUR LAPINDO nukan LUSI, LUMPUR SIDOARJO.
Ini usaha untuk secara perlahan menghilangkan corporate crime oleh LAPINDO dan
seolah olah masalah Sidoarjo.
Jangan pernah mau menggunakan istilah LUSI.
Salam, Irry.
wirajhana eka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Buaya atau bukannya mari kita tunggu hasil nyatanya
Namun pendapat saya, ini adalah tangisan BUAYA.
Kenapa?
INI Bencana, bukan BLBI dan Presiden harusnya sudah tahu Bakri ada
sangkut-pautnya tapi masih pura2 tidak tahu..
Saya jadi terkenang dengan PT.Astra Indonesia, dengan kejantanan dari seorang
Pendekar Om William Soeryadjaya yang berani Bertanggung Jawab walaupun itu
bukanlah kesalahannya secara langsung...
Sampai sekarang saya masih memakai Produk2 keluaran Astra Internasional....saya
rasa PUBLIK dapat membantu Memboikot semua produk yang berkaitan dengan BAKRI
dan Jusuf Kalla.
Ah....sudah tidak ada orang2 BESAR seperti itu di Bumi Indonesia.
---------------------------------
Be smarter than spam. See how smart SpamGuard is at giving junk email the boot
with the All-new Yahoo! Mail
[Non-text portions of this message have been removed]