Tanpa bermaksud mengeneralisasi permasalahan, jalur busway adalah satu contoh
buruk kebijakan pemerintah. Tengoklah pengendara di jalur bus Transjakarta
dari Kampung Rambutan.
Saat melintas di ruas Jalan Raya Bogor, dari Pasar Induk Kramat Jati, pada
saat padat lalu-lintas, masyarakat pengendara kendaraan pribadi maupun sepeda
motor, tidak punya pilihan kecuali masuk jalur bus Transjakarta. Jalan sudah
sempit, tapi masih dibelah untuk jalur bus. Sisanya hanya untuk satu mobil
ukuran kecil, yang jika satu mobil lainnya menepi atau berhenti pasti yang
lain tidak bisa melintas.
Dalam kondisi seperti itu, sementara di sebalah kanan ada jalan yang kosong
melompong, tentu pengendara lainnya akan masuk jalur bus Transjakarta.
Andaipun ditangkap polisi, atau siapa pun juga, tidka cukup kuat dalih hukum
untuk menjear mereka. Wong kesalahan dari pihak regulator kok.
Dalam kasus ini, kalau ada warga lain, apalagi warga negara asing pasti
akan mencap warga Jakarta semrawut, tidak disiplin. Tapi tidak fair kalau
mempersalahkan warga, tetapi mari kita koreksi kebijakan pemerintah DKI. Boleh
saja menata, tetapi jangan justru membuat makin semraut dan sumber kemacetan
baru.
Indra Prasetyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ya ngapain dibikin jalur busway kalo gitu, kalo kendaraan laen
boleh
lewat situ juga, awalnya dibolehin sama polisi dgn alesan utk mengurangi
kemacetan, lama2 jadi kebiasaan orang pada lewat jalur busway, jadinya
ya balik kayak dulu lagi, nggak usah ada jalur busway aja sekalian...
Maksudnya ada busway itu kalo gak mau macet2an di jalur umum, ya naek
busway aja.
Tapi salahnya pemda juga sih, katanya kalo busnya udah dateng semua dan
head atau jarak antara bus yg satu dgn yg berikutnya bisa 10-15 menit,
nggak ada orang mau nyerobot jalur busway lagi dan orang2 yg tadinya
naek kendaraan pribadi (diharapkan) pindah naek busway, tapi nyatanya
sekarang pas busnya udah dateng semua malah sebagian sengaja gak
dioperasiin alesannya biar subsidinya kecil soalnya subsidinya diitung
dari jarak tempuh (KM) tiap bus, ya jadinya kayak sekarang ini, orang
ngeliat jalur busway kosong melompong sementara jalur yg biasa macet, ya
diserobot, orang mau naek busway juga jadi males nunggunya lama, udah
gitu sekalinya dateng busnya penuh sesak.
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of rzain
Sent: 03 Juli 2007 14:02
To: [email protected]
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Penyerobotan Jalur Busway makin
parah....(Kompas)..
Saya tidak membantah bahwa anda yang se kali2 naik busway merasa
enak. Tetapi coba rasakan memakai jalur diseblahnya yang bertambah
macet karenanya. Alangkah bijaksananya kalau para petugas dapat
mengantisipasi kemacetan lalu mempersilahkan menggunakan jalan
busway yang kosong melompong seperta yang sering dilakukan poltas.
Antara Pulogadung dan Kelapa Gading tiap pagi jalur busway digunakan
juga oleh motor sehingga kemacetan berkurang dan bus tidak terganggu.
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]