Dear, Pak.Manneke.

Dalam konteks ini saya sependapat dengan anda.
Betul sekali Pak ! 

Para "KORUPTOR" yang telah membangkrutkan bangsa ini.
Para "KORUPTOR" yang telah membuat bangsa ini miskin.
Para "KORUPTOR" yang telah membuat bangsa ini bodoh.
Para "KORUPTOR" yang telah membuat bangsa ini tidak mampu bersaing dengan 
bangsa lain, sehingga rakyatnya harus menjadi TKW (Sebagai Pembantu Rumah 
Tangga)
harus menjadi TKI (Sebagai Kuli Bangunan dan Kuli Perkebunan) di negeri orang.
Para "PELANGGAR HAM" yang telah membuat bangsa ini direndahkan oleh 
bangsa-bangsa lain.

Mereka itu semua secara "SIMBOLIK" begitu sangat menghormati MERAH PUTIH.
Mereka itu semua secara "SIMBOLIK" begitu sangat menghormati PANCA SILA & 
UUD'45.
Mereka itu semua secara "SIMBOLIK" begitu sangat mencintai NKRI.

PADA HAL di mata SAYA sesungguhnya "MEREKA ITU" Tidak lebih lebih baik bahkan 
lebih Kejam, lebih Hina dan  lebih Berhianat dari pada : RMS, GAM, OPM, PKI, 
AHMADIYAH, LIA EDEN.

Selamat mencari Kebenaran & Keadilan.  
Suhaimi

----- Original Message ----- 
  From: manneke budiman 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, July 04, 2007 3:09 PM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Aku tak rela bendera "merah putih"ku 
dilumpuri.


  Saudaraku, aku rasa engkau tidak terluka ataupun marah. Engkau cuma mengidap 
sakit gila. 

  Benderamu benderaku juga. Tapi aku tak akan menyumpahi orang agar bernasib 
seperti Munir hanya karena orang itu menghina benderaku. Munir adalah 
penjunjung nomor satu bendera yang kau puja-puja itu, dan dia mati karena 
menjaga bendera itu agar tetap di atas, dan tak diinjak-injak oleh para 
pengkhianat bangsa yang mengaku-aku sebagai pahlawan bangsa. Munir tak kalah 
terhormat dari Susi Susanti dan Yayuk Basuki. Ia kehilangan nyawanya karena ia 
terlalu mencintai bangsa ini dan benderanya.

  Jika kau mau mengayunkan mandaumu, cobakanlah dulu kepada para pelanggar HAM, 
para koruptor, para demagog, para pembunuh dan penghisap darah rakyat yang 
menyebut diri sebagai PEMIMPIN bangsa ini. 

  Namun, yang lebih penting lagi, Saudaraku, saat ini yang paling kau butuhkan 
adalah obat penenang.

  manneke
  yang tangannya selalu tergetar setiap kali melipat sang merah putih.

Kirim email ke