Pak Kukuh, sayapun penggemar busway. Selama ada jalur busway saya lebih senang menggunakannnya daripada bermacet ria dan menghabiskan waktu, tenaga dan bensin. Tetapi sebagaimana kita tahu area cakupan busway masih sangat sedikit, artinya di luar itu kita terpaksa menggunakan mobil pribadi.
Saya sama sekali tidak bermaksud untuk menggagalkan/menghancurkan system transportasi yang baru dibangun ini dan sebagaimana saya katakan sebelumnya, hanya dengan pengawasan dan pengaturan Polantas apa salahnya apabila jalanan busway yang kosong melompong dimanfaatkan untuk mengurangi kemacetan di jalur non-busway. Artinya jangan sampai mengganggu perjalanan busway. Pemerintah perlu memikirkan kelancaran seluruh pengguna lalu lintas, jangan hanya memanjakan satu pihak dengan mengorbankan pihak yang lainnya. Salam. --- kukuh kumara <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pak Godlip & Bu Laura serta rekan2 FPK Yth, > > Dua tahun yl saya sdh memanfaatkan busway ini, > waktu itu malah baru cuma ada koridor Kota - Blok M > dan yg ke Pulo Gadung.....dengan segala plus minus > nya saya jalani karena memang memungkinkan dan bagi > saya saat itu memang malah lebih paslah...walaupun > cuma sampai Blok M dan untuk sampai ke rumah harus > disambung pakai taksi atau Metro Mini tergantung > Sikon.... > > Memang perlu kesabaran sampai saatnya Busway dan > juga KRL mampu menampung lebih banyak > penumpang..disitulah saya pikir peran kita untuk > ikut memelihara dan meningkatkan kwalitas pelayanan > serta peran busway, KRL dalam mengatasi masalah > transportasi massal di ibukota kita, dan bukan malah > ikut menghancurkan/menggagalkan sistim transportasi > yg sedang dirintis ini dengan menyerobot jalur2 > busway itu.... > > Salam > Kukuh Kumara
